wartadigital.id
Headline Sport

Lepas Atlet Kontingen Jatim PON XX Papua 2021, Khofifah Pesan Misi Persaudaraan dan Prestasi

Gubernur Khofifah melepas putera-puteri terbaik Jatim yang akan berlaga di Kejuaraan PON XX Papua pada 2 – 15 Oktober mendatang.

 

SURABAYA (wartadigital.id)  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas kontingen atlet, pelatih serta official Jatim yang akan berlaga pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/9/2021).

Pelepasan Atlet PON Jatim di Papua ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 yang jatuh pada 9 September. Didahului dengan Peringatan Haornas bersama Presiden RI Joko Widodo serta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali secara virtual dari Gelanggang Olahraga POPKI Jakarta, Gubernur Khofifah melepas putera-puteri terbaik Jatim yang akan berlaga di Kejuaraan PON XX Papua pada 2 – 15 Oktober mendatang.

Didampingi Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Danrem 084 Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo, Asintel Kejati Jatim Zulbahri dan Ketua KONI Jatim Airlangga Satriagung, Khofifah melepas perwakilan Kontingen Jatim yang ditandai dengan pemakaian jaket dan topi.

Rencananya Jawa Timur akan menurunkan sebanyak 544 atlet dan 260 pelatih/mekanik/manager asal Jatim dalam gelaran olahraga  tersebut. Tak hanya itu, didukung pula oleh 55 orang ekstra official, 150 orang Satgas, 35 orang pendukung satgas, 75 orang tim sport sciences dan 26 orang tim media.

Dari total seluruh Cabang Olahraga (Cabor) yang diperlombakan, Jawa Timur sendiri akan mengikuti 47 Cabor dan hanya menyisakan sembilan Cabor. Di hadapan para atlet, pelatih dan official yang akan berlaga di Papua, secara luring maupun daring itu, Khofifah menyampaikan dua misi utama yang harus diemban Kontingen Jatim pada gelaran PON XX Papua kali ini.

Selain misi kemenangan, Khofifah menitipkan misi khusus bagi Kontingen Jatim yaitu misi persaudaraan. Orang nomor satu di Jatim ini memastikan agar Kontingen Jatim bisa menyatu dengan masyarakat yang ada di Papua sebagai tuan rumah.  “Harus menjadi satu kesatuan bahwa kontingen Jawa Timur sukses di dalam berlaga di berbagai cabor, juga sukses menyatu dengan masyarakat Papua,” pesan Khofifah.

Misi khusus ini menjadi penting bagi Khofifah karena nuansa persatuan dan persaudaraan  harus menjadi ruh utama dalam setiap turnamen olahraga. Bahkan sempat berbagi pengalamannya saat berkunjung ke Papua. Suasana persaudaraan yang hangat di bumi Cenderawasih begitu membekas di hati gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Dengan sama-sama memiliki latar belakang budaya yang beragam, dia meyakini bahwa Jatim dan Papua bisa berseiring.  “Insya Allah, Jatim ini sangat berseiring dengan budaya Papua yang juga sangat menghormati tatanan kehidupan yang begitu beragam,” tuturnya.

Tak hanya itu, dirinya menekankan keseriusan dari semua pihak yang terlibat dalam event ini. Sangat penting untuk tidak mengabaikan hak-hak para atlet, seperti kesehatan misalnya. Kesehatan atlet, baginya merupakan salah satu aspek prioritas yang perlu dijaga.  “Persiapan akhir sudah dilakukan. Kami melihat itu semua sudah dipersiapkan, semua penginapan sudah 96% dipersiapkan untuk ini. Sehingga mudah-mudahan ini lancar,” tutur Khofifah.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang telah ditetapkan, rencananya Kontingen PON Jatim akan berangkat pada 17 September mendatang guna memulai pertandingan pada  22 September 2021. Pada PON XX Papua kali ini akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin olahraga, dan 679 nomor pertandingan atau perlombaan.

Dalam kesempatan yang sama turut dilaunching pula tiga program unggulan baru dari Dinas Pemuda dan Olahraga Prov. Jatim sebagai wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam peningkatan kualitas atletnya.  Ketiga program inovasi ini diharapkan bisa sejalan dengan tema besar yang diusung pemerintah pusat dalam Haornas 2021 kali ini, yaitu Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON. Melalui DBON, diharapkan dapat mencetak atlet-atlet berprestasi bukan secara kebetulan melainkan atas desain.

“Tema Hari Olahraga Nasional tahun ini adalah Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju. Grand Design atau Desain Besar sendiri wujud pemikiran dan keinginan yang ingin dicapai di masa mendatang. Ini akan terwujud bila tekad dibulatkan, fokus, dan menyatukan semua sumber daya yang ada. Untuk itu, hari ini diluncurkan juga inovasi olahraga yaitu, SPOP, SPOPK dan POM yang merupakan bagian dari penguatan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),” imbuhnya.

Program unggulan pertama yaitu POM atau Penggerak Olahraga Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi olahraga oleh masyarakat Jawa Timur. Rencananya, POM akan merekrut para sarjana olahraga untuk menjadi relawan dan ditempatkan di 167 kecamatan di Jawa Timur.

Program unggulan yang kedua adalah SPOP atau Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar. Program ini merupakan program pembibitan dan pengembangan olahragawan Jawa Timur yang menaungi 28 Cabor dengan 250 atlet dan 58 pelatih. SPOP merupakan implementasi konsep Long-Term Athlete Development yang bertujuan untuk menyiapkan atlet Jatim di Pekan Olahraga Pelajar Nasional.

Dan yang ketiga adalah SPOPK atau Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar Khusus yang merupakan program pembibitan dan pengembangan olahragawan disabilitas Jawa Timur. Hampir sama dengan SPOP, SPOPK juga berkonsep Long Term Athlete Development yang bertujuan untuk menyiapkan atlet Jatim dalam Pekan Paralimpian Pelajar Nasional.

Melalui ketiga program inovasi tersebut, Khofifah menaruh harapan besar untuk bisa melakukan breakdown secara detail olahraga prestasi, olahraga pendidikan hingga olahraga masyarakat yang telah menyatu di benak masyarakat Jawa Timur.

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya pada semua atlet dari berbagai kontingen yang akan berpartisipasi di PON XX. “Haornas ke-38 ini kita peringati dengan berbagai prestasi membanggakan. Saya sampaikan aresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi para atlet dan ketekunan pelatih yang mampu mengasah prestasi talenta hebat, sehingga mengharumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga,” pujinya.

Jokowi mengajak pula seluruh pejabat yang terlibat untuk memberikan dukungan penuh dalam mengasah kemampuan atlet-atlet Indonesia. Juga, menciptakan ekosistem industri olahraga yang mengikuti perkembangan zaman dan globalisasi.  “Prestasi olahraga harus kita tingkatkan. Ini dihasilkan dari proses dan pembinaan dari hulu ke hilir yang sistematis dan berkelanjutan. Untuk itu saya mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi menciptakan ekosistem industri olahraga yang makin modern, menyelenggarkaan berbagai kompetisi olahraga yang sehat dan memacu prestasi,” Jokowi menambahkan. rya, mas

 

 

Related posts

Ribuan Guru di Surabaya Menerima Vaksinasi Covid-19

redaksiWD

Pemkot Surabaya Ikuti Penilaian Tahap III PPD 2021

redaksiWD

Bantu Pemasaran Produk, Pemkot Surabaya Siap Buat Sistem Berbasis Aplikasi untuk UMKM

redaksiWD