Libatkan Guru dan Siswa SMA, MA dan SMK, Fisika Unair Gelar Pengmas di Gresik

Pengmas Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Unair di Kabupaten Gresik.

 

SURABAYA (wartadigital.id)  –  Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) kembali melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas). Tahun ini Pengmas dilaksanakan pada 25-29 September 2021 dengan sasaran adalah siswa dan guru-guru Fisika SMA, MA dan SMK di lingkungan Kabupaten Gresik.

Bacaan Lainnya

Pelatihan siswa dipusatkan di SMAN 1 Manyaar dan MAN 1 Gresik dan diikuti beberapa siswa yang online dari sekolahnya masing-masing.

Ketua Pengmas Prof Dr Retna Apsari MSi menjelaskan Pengmas merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) yang bertujuan untuk menghilirisasi produk-produk kampus ke seluruh masyarakat, dan juga ajang silaturahim dan saling  sharing informasi antara PT dan SMA.

“Selama ini Departemen Fisika Unair rutin menyelenggarakan Pengmas, sebelumnya kami selenggarakan di Jember. Tahun ini kita ke Gresik karena Gresik merupakan salah satu kabupaten binaan Universitas Airlangga,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (28/9/2021).

Dalam Pengmas ada dua topik bahasan. Topik Pengmas pertama yang diangkat berjudul  Workshop Pemanfaatan Laser dan Teknologi 4.0 untuk Mendayagunakan Fungsi Laboratorium Fisika bagi Guru SMA, MA dan SMK di Kabupaten Gresik. Dalam kegiatan ini beberapa pokok bahasan yang disampaikan oleh para dosen Fisika Unair ke para guru SMA, MA, dan SMK yaitu pemanfaatan laser yang dapat dikembangkan oleh pihak guru guna mendayagunakan fungsi laboratoriumnya, pengembangan teknologi laser 4.0, serta pemanfaatan 3D Printing untuk Pembentukan Scaffold Material Medis. Nara sumber berturut-turut adalah Dr Pujiyanto MS, Herri Trilaksana PhD, Samian MSi dan Dyah Hikmawati MSi. Umpan balik hasil Pengmas dan diskusi dipandu oleh Dr Aminatun MSi dan Drs Siswanto MSi.

Kepala Sekolah MAN I Gresik Masfufah MPd mengikuti  kegiatan Pengmas.

Topik Pengmas kedua dengan judul Pelatihan Otomatisasi Media Cuci Tangan untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19 pada Siswa SMA, MA dan SMK di Kabupaten Gresik. Ketua Pengmas adalah Dr Imam Sapuan MSi dan dibantu oleh dosen-dosen muda Departemen Fisika yaitu Dr Prihantini Widiyanti drg, MKes, Franky Candra ST, MT dan Akif Rahmatillah ST, MT. Umpan balik hasil Pengmas siswa dan diskusi dipandu oleh Fadli Ama MT dan Dr Nuril Ukhrowiyah MSi.

“Kedua Pengmas  tersebut bertujuan untuk membumikan aplikasi Fisika ke masyarakat dan siswa agar semakin dekat dan mencintai Fisika. Fisika begitu indah dan memberikan solusi bagi seluruh masyarakat, termasuk  memberikan solusi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Prof Retna Apsari.

Dijelaskannya Pengmas yang diadakan oleh Departemen Fisika dapat mendukung ketercapaian SDGs nomer 4 : Quality Education dan SDGs 9 : Industry Innovation and Infra structure. “Sumbangan alat cuci tangan otomatis dan alat peraga difraksi laser merupakan salah satu wujud inovasi Fisika untuk masyarakat Indonesia,” katanya.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof Dr Moh Yasin MSi dalam sambutannya, mengajak para guru SMA, MA dan SMK di seluruh Kabupaten Gresik untuk lebih mengenal Fisika Unair dan siswa-siswa tidak perlu ragu untuk memilih Fisika ketika kuliah nanti. Lebih lanjut dia menuturkan bahwa meskipun pandemi Covid-19 masih terjadi, tetapi tidak menyurutkan semangat para dosen dari Fisika Unair untuk tetap melaksanakan pengabdian masyarakat dalam hal pendidikan dan sumbangsih prototipe untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu Kepala Sekolah MAN I Gresik Masfufah MPd menambahkan bahwa kegiatan Pengmas ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk belajar langsung dari pakarnya serta menambah wawasan agar dapat memahamkan para siswa untuk belajar Fisika dengan cara yang fun, karena Fisika selama ini dikenal para siswa sebagai pelajaran momok yang cukup menakutkan.

Ketua MGMP Fisika MAN Kabupaten Gresik Siti Amriyah SPd dan Ketua MGMP SMA Kabupaten Gresik Moh Ali Imron MPd dan Yanti perwakilan MGMP Fisika SMK  Semen Gresik, mengamini pendapat dari Masfufah MPd.  “Dengan adanya kedua pelatihan tersebut, membuktikan pada kita semua bahwa Fisika sangat aplikatif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” kata Masfufah MPd.

Dia berharap workshop tersebut dapat dilaksanakan rutin setiap tahun dan menjangkau seluruh guru-guru di seluruh Kabupaten Gresik,  Jawa Timur dan di level nasional. nti