
SURABAYA (wartadigital.id) – Faiq Varian Gamal Hasan, mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair berhasil meraih kesempatan magang di Applied Computing and Multimedia Lab, Department of Computer Science, National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU) Taiwan.
Ia tergabung dalam program Taiwan Experience Education Program (TEEP), yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian langsung bersama profesor terkemuka. Ia menjelaskan pengalaman ini tak hanya memperdalam kompetensinya dalam bidang robotika dan kecerdasan buatan, tapi juga membuka wawasan dan jejaring internasional. “Saya cukup tertarik dan cukup excited juga dalam mengerjakannya karena pengalaman ini merupakan pengalaman yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Karena seperti menggabungkan AI dan prosesnya untuk bisa dipakai sebagai bagaimana robot itu bisa bekerja sesuai dengan task yang ditentukan seperti itu,” jelasnya dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).
Proses perekrutan yang Faiq jalani harus melalui beberapa tahapan.. Ia menyebutkan bahwa kemampuan komunikasi dan portofolio di bidang AI dan robotik menjadi salah satu faktor penentu ia mendapat kesempatan. “Saya cukup komunikatif dengan profesor sehingga profesor juga ingin melihat potensi saya untuk bisa magang di lab beliau seperti itu,” sebutnya.
Selama menjalani program, ia bertugas sebagai seorang research assistant yang berfokus pada proyek robotika melalui pendekatan SLAM (Simultaneous Localization and Mapping). Ia juga turut berkontribusi dalam implementasi sistem menggunakan ROS (Robot Operating System) dan berkolaborasi dengan peneliti lain di lab. “Implementasi pada ROS seperti membuat node-nodenya membuat bagian-bagian kecil proses dari robot itu sendiri. Bagian-bagian kecil ini yang selanjutnya akan digabungkan dengan proses yang lain. Hal ini agar robot tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya,” terangnya.
Peluang Kolaborasi
Ia berharap pengalaman yang ia dapat, bisa menjadi suatu bekal untuk melanjutkan studi atau karir di tingkat global, khususnya terkait robotik dan AI. Ia juga melihat adanya potensi kolaborasi antara NYCU dan UNAIR kedepannya, mengingat keduanya merupakan institusi yang memiliki bidang keahlian yang dapat saling melengkapi. “Karena melalui program ini saya merasa terdapat banyak koneksi karena pada dasarnya NYCU juga kampus bukan kampus teknik tapi kampus yang cukup diverse cukup luas pembidangannya, terdapat kedokteran terdapat ilmu hukum juga. Jadi seperti sangat-sangat mungkin untuk melakukan kolaborasi antara NYCU dan Unair,” harapnya.
Bagi mahasiswa yang berminat mengikuti program serupa, ia menyarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik. “Tipsnya, siapkan bahasa Inggris, basic knowledge, portofolio, dan jangan lupa eksplor program-program magang atau pertukaran pelajar. Tidak hanya ke Taiwan, tapi juga ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan lainnya,” pungkasnya. nti





