
SURABAYA (wartadigital.id) – FTMM (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Silaturahmi Orangtua Mahasiswa Baru UNAIR 2026 di Auditorium Candradimuka Gedung Nano, Minggu (23/8/2026) siang. Selain untuk memperkenalkan FTMM melalui sesi Get to Know FTMM, kegiatan ini digelar untuk menyatukan frekuensi pendampingan dalam mengawal proses pendidikan hingga 4 tahun ke depan antara pihak kampus dengan orangtua mahasiswa baru.
Dari 519 mahasiswa baru FTMM tahun ini, sebanyak 276 orangtua mahasiswa baru hadir dalam acara silaturahmi ini. Mereka datang dari berbagai daerah di antaranya Jakarta, Pontianak, Sumenep. Dekan dan seluruh Wakil Dekan FTMM hadir, termasuk para dosen dan departemen penunjang terkait.
Dekan FTMM Universitas Airlangga Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM, Asean Eng menjelaskan dengan kegiatan ini kampus bisa mengenalkan dan memberikan pemahaman apa saja yang telah dilakukan hingga memberikan informasi perkembangan pendidikan setiap mahasiswa baru ke orangtua masing-masing. Sehingga orangtua ikut melakukan pendampingan, berkolaborasi dan mengawal proses pendidikan hingga tuntas, dan jika ada masalah dalam proses pendidikan putera puterinya bisa mencari solusi bersama sesuai aturan yang berlaku.
“Kita tidak bisa sendiri mengelola mahasiswa di kampus 24 jam. Rata-rata mahasiswa ada di kampus mulai jam 08.00 hingga 16.00, lebih dari jam itu ada tanggungjawab orangtua sehingga kita perlu bersama-sama bersinergi mengawal pendidikan para mahasiswa. Jika ada masalah, bisa bersinergi memecahkan masalah. Orangtua tahu jalur penyampaian untuk melaporkan unek-uneknya di kampus,” katanya.
Menurut Prof Retna, rata-rata masalah krusial mahasiswa seputar absensi, standar IPK yang tak memenuhi syarat, transparansi pembayaran. Dia menjelaskan banyak orangtua yang tidak tahu anaknya jarang atau bahkan tidak pernah kuliah, padahal mereka mengaku anak tersebut pamit setiap hari pergi ke kampus. Ternyata setelah diselidiki, mahasiswa tersebut nyambi bekerja. Sementara orangtua merasa telah memenuhi kebutuhan keuangan putera-puterinya, sehingga mereka juga bingung alasan anaknya mencari kerja dan bukan menuntaskan pendidikannya. Ada juga mahasiswa yang IPKnya di bawah 2 hingga 4 semester hingga terancam DO. Atau ada mahasiswa yang tidak membayar UKT, padahal orangtua sudah bertanggungjawab menyediakan UKT.
“Hal-hal seperti ini jika diketahui orangtua mahasiswa sejak awal, bisa bersinergi mencari solusi. Unair menerapkan standar penjaminan mutu yang ketat dalam proses pendidikan. Karena itu kalau mahasiswa 4 tahun belum lulus, akan dapat surat cinta (surat teguran, Red) dari kampus. Di tahun kelima, mahasiswa belum lulus, mohon maaf bapak ibu akan saya panggil kembali. Harapan kami saat ini kita ketemu, ketemu lagi saat wisuda putera puteri bapak dan ibu di ACC, bukan di momen lain,” katanya.

Dijelaskan Prof Retna Univesitas Airlangga memiliki aplikasi digital Kampus Kita Orang Tua untuk membantu orangtua mengawal pendidikan putera puterinya. Dalam aplikasi itu, orangtua bisa mengetahui informasi misalnya IPK putera-puterinya, absensi, jumlah SKS yang diambil, nama dosen wali. Bahkan juga ada help desk yang diperuntukkan untuk media tanya jawab dengan pihak kampus.
Tidak dipungkiri, banyak orangtua yang belum familiar dengan aplikasi ini. “Makanya kami terus sosialisasikan dan saat ini kami inisiasi untuk duduk bareng dengan orangtua agar mereka familiar dengan platform digital tersebut dan bersama-sama membangun komunikasi sejak awal,” katanya.
Wakil Dekan 1 (Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni) FTMM Prof Dr dra Ni’matuzahroh mengatakan aplikasi Kampus Kita Orang Tua bisa didownload di aplikasi Google Play atau App Store di ponsel. Untuk masuk ke akun menggunakan NIM Mahasiswa + Tahun Angkatan. Sedangkan Passwordnya adalah NIM mahasiswa + Tanggal Lahir Ayah. “Setelah masuk menu, orangtua bisa menjelajahi menu-menu profil. Di situ ada mata kuliah apa saja yang diambil, absensi kehadiran, informasi dosen wali, jumlah SKS yang diambil mahasiswa, IPK, prestasi mahasiswa, kalender akademik, pembayaran UKT dan banyak lagi,” katanya.
Dia memastikan platform ini membantu orangtua dan kampus untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Karena itu Prof Ni’mah wanti-wanti agar orangtua segera mendownload aplikasi saat masih berada di kampus sehingga pihak kampus juga bisa melakukan pendampingan. Dalam kesempatan itu FTMM melakukan simulasi agar orangtua langsung praktik donwload aplikasi dan berselancar menggunakan menu-menu yang ada di aplikasi.
Saat dibuka sesi tanya jawab, banyak orangtua antusias mengajukan pertanyaan. Mulai seputar peluang magang, peluang kerja di luar negeri usai magang, kejelasan absensi saat mahasiswa melakukan ibadah haji atau umrah, peluang prodi di FTMM bersinergi dengan prodi lain di luar FTMM hingga peluang opsi penurunan UKT jika orangtua ada masalah keuangan.
Dalam kesempatan itu, FTMM juga menghadirkan pembicara dari PUSPAS Universitas Airlangga, yakni unit kerja Universitas Airlangga yang bertugas untuk menghimpun, mengelola dan menyalurkan donasi sosial dari masyarakat.
Untuk diketahui, perjalanan mahasiswa baru Universitas Airlangga tahun ini turut melibatkan orangtua melalui rangkaian kegiatan Silaturahmi Orang Tua Mahasiswa Baru UNAIR 2026. Kegiatan diawali dengan agenda bersama seluruh orangtua mahasiswa baru dari berbagai fakultas di Airlangga Convention Center (ACC) UNAIR. Setelah mengikuti rangkaian acara di tingkat universitas, orangtua mahasiswa baru kemudian melanjutkan kegiatan di fakultas masing-masing, termasuk di FTMM.
Rangkaian kegiatan di tingkat fakultas menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengenal lebih dekat FTMM UNAIR, mulai dari lingkungan fakultas, aktivitas kemahasiswaan, hingga berbagai informasi akademik yang akan mendukung perjalanan putera-puteri mereka selama menempuh pendidikan di UNAIR. nti





