Menteri Radikal Israel Serukan Militer Bunuh 30-40 Warga Gaza Setiap Malam

Menteri Keamanan Nasional Israel Ben Gvir

TEL AVIV (wartadigital.id)  – Menteri Keamanan Nasional Israel Ben Gvir kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Politisi radikal sayap kanan itu menyerukan militer untuk membunuh 30 sampai 40 warga Gaza setiap malam.

Pernyataan itu disampaikan Ben Gvir kepada Rom Braslavski, bekas tawanan Israel yang ditahan di Gaza, dalam acara podcast, Minggu (16/8/2026). Video itu kemudian beredar luas dan viral di kalangan warga Palestina. “Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka seharusnya tidak hidup. Mereka bahkan bukan manusia,” kata Ben Gvir.

Bacaan Lainnya

Pernyataan kontroversial itu merupakan yang terbaru disampaikan politisi radikal itu. Tugas kementeriannya membawahi dan mengendalikan kepolisian dan lembaga pemasyarakatan Israel.

Ben Gvir mengatakan kepada Braslavski, dia tidak setuju dengan keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan militer di Gaza di bawah proposal gencatan senjata saat ini. Sebaliknya, dia justru mendukung pembunuhan lebih banyak warga Gaza.

Dia tidak memiliki wewenang terhadap militer, apalagi memerintahkan serangan ke Gaza, meski duduk di kabinet keamanan, kelompok menteri senior yang membantu dalam membuat kebijakan perang dan keamanan.

Selain itu Ben Gvir juga berjanji kepada Braslavski, akan berusaha mengizinkannya untuk menghadiri ekskusi mati terhadap warga Palestina. Parlemen Knesset belum lama ini mengesahkan undang-undang (UU) hukuman mati untuk warga Palestina terkait serangan terhadap warga Israel. “Saya punya permintaan pribadi, dan saya benar-benar menatap mata Anda, Pak Menteri. Biarkan saya yang menggantung mereka,” timpal Braslavski, kepada Ben Gvir.

Dalam podcast tersbeut, Ben Gvir juga menyerukan agar warga Palestina segera meninggalkan Gaza secara permanen. Setelah itu pemukiman baru Israel akan masuk ke wilayah tersebut.

Dia mengatakan kepada Braslavski, seluruh Gaza akan menjadi milik Israel, pernyataan yang telah ia ulangi berkali-kali. Para ahli hukum internasional memperingatkan pengusiran paksa terhadap warga Israel atau direkayasa, dapat dianggap sebagai pembersihan etnis. ine

Pos terkait