Meriah, Ribuan Warga Hadiri Penutupan Perayaan Suro di Sampang

SAMPANG (wartadigital.id) – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati halaman Padepokan Agung Jamaah Tagwa Ilallah di Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (22/7/2025) malam, dalam penutupan Perayaan Suro yang berlangsung semarak dan penuh kekhidmatan.

Bacaan Lainnya

Acara dipusatkan di kediaman Kiai Adam, tokoh sentral padepokan tersebut. Warga dari Jember, Banyuwangi, Gresik, Sidoarjo, dan kota lainnya tampak membaur dengan masyarakat lokal, menciptakan suasana guyub dalam rangkaian perayaan yang telah menjadi tradisi tahunan itu.

Rangkaian acara dimulai sejak siang hari dengan kirab budaya yang melibatkan dua grup drumband dan lima unit barongan macan. Rute kirab mengelilingi kediaman Kiai Adam dan jalan-jalan utama di Desa Aeng Sareh. Derap langkah peserta kirab dan gemuruh tabuhan barongan disambut meriah oleh warga yang memadati sisi jalan.

Malam harinya, suasana berubah menjadi khusyuk saat ribuan jemaah berkumpul untuk mengikuti pembacaan Yasin, tahlil, dzikir, dan doa bersama. Usai rangkaian doa, suasana kembali semarak ketika grup gamelan Ratu Selawe Trunojoyo  membawakan kidung dan tembang-tembang Wali Songo yang mengalun syahdu, membangkitkan nuansa spiritual nan sakral.

Puncak acara ditandai dengan keluarnya gunungan suro berisi hasil bumi, nasi tumpeng, dan beragam makanan tradisional. Gunungan tersebut menjadi simbol berkah dan syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan. Para jemaah dan warga tampak antusias memperebutkan isi gunungan tersebut, dalam suasana yang tetap tertib dan penuh kebahagiaan.

Pak Noer (55), seorang pedagang asal Pasar Srimangunan Sampang, mengaku terkesan dan bangga bisa turut hadir. “Baru kali ini saya tahu kalau di Sampang ada peringatan Suro seperti ini. Saya asli Jawa, jadi senang sekali bisa menyaksikan langsung. Saya bangga karena di Madura masih ada yang melestarikan tradisi Suroan yang merupakan warisan para leluhur dan para Sunan,” ujarnya.

Sementara itu, Ilyas (37) asal Jember, menyampaikan bahwa dirinya dan rombongan rutin hadir setiap tahun dalam perayaan Suro di Sampang. “Kiai Adam adalah guru besar kami. Murid-murid beliau banyak yang punya padepokan di berbagai daerah, termasuk di Curah Takir Jember. Kegiatan ini bukan hanya spiritual, tapi juga menjadi ajang silaturahmi antar santri dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Gus Haris, mewakili tuan rumah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu terlaksananya acara ini. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran ribuan jemaah dari berbagai daerah. Semoga semua kebaikan dan partisipasi ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT. Perayaan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud cinta kita kepada ajaran para wali dan semangat menjaga nilai-nilai luhur bangsa,” tuturnya.

Penutupan perayaan Suro di Padepokan Agung Jami’iyah Taqwa Ilallah ini tak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga menunjukkan kekuatan tradisi lokal yang terus hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern. fer