Misi Dagang di Kalteng Sukses, Delapan Jam Transaksi Tembus Rp 293,59 Miliar

Misi dagang dan investasi yang diikuti oleh 153 peserta dari Jatim dan Kalsel menghasilkan sebanyak 40 transaksi dengan total nilai Rp 293,59 miliar.

 

PALANGKARAYA (wartadigital.id) – Kegiatan misi dagang dan investasi yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Aula Jayang Tingang Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu, (14/12/2022) berhasil dan sukses digelar.

Bacaan Lainnya

Misi dagang dan investasi yang diikuti oleh 153 peserta antar kedua provinsi strategis tersebut menghasilkan sebanyak 40 transaksi dengan total nilai Rp 293.589.000.000 atau Rp 293,59 miliar.

Gubernur Khofifah mengatakan pelaksanaan kegiatan misi dagang Provinsi Jawa Timur merupakan upaya mempertemukan para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Provinsi Mitra dalam menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis dan peluang investasi lainnya secara terintegrasi.

“Melalui pertemuan yang sangat produktif ini, saya harap kerjasama kedua provinsi akan terbangun dengan lebih produktif dan lebih produktif lagi karena tadi antar OPD dan institusi pelaku usaha di masing-masing provinsi sudah melakukan MoU,” tuturnya.

Menurut Khofifah, misi dagang antara Jawa Timur dengan Kalimantan Tengah memiliki potensi yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan transaksi perdagangan dari kedua provinsi pada 2021 mengalami surplus.

Rinciannya, kata Khofifah, perdagangan Jatim dengan Kalteng pada 2021 sebesar Rp 5,53 triliun dengan nilai penjualan Rp 4,47 trilliun dan nilai pembelian senilai Rp 1,06 triliun.

Setidaknya beberapa komoditas utama pembelian yang dilakukan Provinsi Kalimantan Tengah ke Provinsi Jawa Timur antara lain pupuk, beras, makanan ternak, minuman kalori, sapi, sabun, kendaraan bermotor, produk makanan, susu bubuk murni dan semen.

Sedangkan penjualan yang dilakukan Provinsi Kalimantan Tengah ke Provinsi Jawa Timur antara lain, minyak, kelapa sawit mentah, batubara, kayu, karpet, alat elektronik, mesin pengolah data, tabung, pipa dan selang, pompa, konduktor listrik dan udang.

Bahkan berdasarkan data BPS, surplus perdagangan barang dan jasa Jawa Timur lebih banyak disumbangkan oleh perdagangan antar daerah. Tercatat, sepanjang 2021 kegiatan misi dagang Pemprov Jatim dengan provinsi lain menghasilkan transaksi dengan nilai Rp 259 trilliun.

“Hal ini tidak terlepas dari peran serta dan kerjasama yang baik dari provinsi-provinsi mitra, dalam mendukung perdagangan antar wilayah dengan Jawa Timur,” katanya.

Tidak hanya itu, pada triwulan III 2022  Khofifah mengatakan, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,58 persen (y-o-y) bahkan jika pertumbuhan dihitung non migas maka tercatat 6,13 persen (YoY) dan merupakan pertumbuhan tertinggi se-Jawa.  Setidaknya terdapat tiga sektor yang menjadi penopang utama struktur ekonomi, yakni sektor industri pengolahan, sektor perdagangan dan sektor pertanian.

“Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi 30,12 persen terhadap PDRB Jatim, sektor perdagangan 18,69 persen dan sektor pertanian sebesar 12,07 persen. Sedangkan 14 sektor lainnya memberikan kontribusi sebesar 38,77 persen terhadap PDRB Jawa Timur,” jelasnya.

Lebih lanjut, langkah strategis yang dilakukan bersama salah satunya dengan melakukan misi dagang sekaligus misi investasi menjadi bagian dari percepatan di antara satu provinsi dan provinsi yang lain untuk lebih efektif, lebih efisien, lebih inovatif dan bagian dari penguatan kolaborasi diantara kedua provinsi.

“Ini adalah cara mencangkok yang paling cepat. Mana yang  lebih inovatif menularkan ilmunya, mana lebih kuat improvementnya menularkan ilmunya. Cara ini, akan memberikan penguatan di masing-masing provinsi,” tuturnya.

Orang nomor satu di Jatim ini berharap misi dagang yang dilakukan hari ini bisa menjadi momentum untuk menemukenali berbagai potensi masing-masing daerah. Sebab, kebutuhan saat ini sangat banyak diproduksi di daerah-daerah Indonesia.

Ke depan, Mantan Menteri Sosial RI itu menambahkan ada kunjungan balik dari Provinsi Kalimantan Tengah ke Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan produktivitas yang tidak sekadar bidang ekonomi, melainkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti MoU yang dilakukan antara BPSDM Provinsi Jawa Timur dan BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah dengan mengirimkan beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II (PKN II) ke Jawa Timur.

“Kami ingin sampaikan bahwa BPSDM Provinsi Jawa Timur tercatat di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI adalah BPSDM dengan kualitas nomor 1 di Indonesia. Kami berterima kasih beberapa daerah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, melakukan PKN Tingkat II di Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Tentang Pembangunan Daerah yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur dan Wakil Gubernur Prov. Kalimantan Tengah.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerjasama (PKS) antara Ka OPD Prov Jatim dengan Ka OPD Prov Kalteng yang disaksikan oleh Gubernur Khofifah dan Wagub Kalteng Edy Pratowo.

Selain itu, Khofifah turut menyaksikan penandatanganan komitmen transaksi perdagangan antara pelaku usaha pelaku usaha yang ada di Jatim dan Kalteng. Selanjutnya rombongan mengunjungi display booth pelaku usaha yang iku serta dalam misi dagang kali ini. pri