
SURABAYA (wartadigital.id) – Sejumlah artis film Jangan Buang Ibu ikut hadir dalam Gala Premiere di Surabaya, salah satunya Nirina Zubir yang dalam film itu menjadi tokoh sentral.
Saat ditanya wartawan bagaimana perasaannya memerankan tokoh Ibu Ristiana, Nirina Zubir menjelaskan awalnya saat mau memerankan karakter tokoh Ibu Ristiana, dia berpikir film itu semacam surat cinta untuk anak-anaknya. Agar mereka selalu ingat sama mamanya. Rasa cinta, kehadirannya, pengorbanannya. Ternyata setelah memerankan Ibu Ristiana, Nirina menyadari film ini bukan surat cinta untuk anak-anaknya, melainkan surat cinta dirinya untuk ibundanya. ”Sebagai seorang anak, pernah menjadi anak dan kemudian menjadi ibu. Film ini menyadarkan saya, banyak pesan moral yang harus diingatkan kepada anak-anak saya,” kata Nirina, Kamis (18/6/2026) malam.
Nirina menyebut film ini juga penuh tantangan. Dia memerankan tokoh di usia 60-70 tahun, bukan rentang usianya saat ini, tentu dia butuh mengeksplorasi banyak hal, banyak belajar. Selain itu dia sudah memperhitungkan proses make up akan membutuhkan waktu yang lama. ‘Tapi saya senang, saya dikasih kesempatan memerankan Ibu Ristana. Jadi saya belajar memerankan berbagai karakter dan secara pribadi saya belajar untuk lebih baik lagi,”kata wanita kelahiran Madagaskar, 12 Maret 1980 ini.
Film yang penuh pesan moral ini, menurutnya cocok ditonton semua usia. Memang di film tertulis untuk usia 13 tahun ke atas. Namun secara pribadi, Nirina menilai film ini bisa masuk ke semua umur. “Memang ada sedikit adegan menunjukkan kekerasan, namun itu hanya untuk contoh. Saya pribadi menilai film ini tetap layak ditonton semua umur. Bahkan tiga generasi bisa duduk bersama sambil ngobrol, anak, orangtua dan kakek nenek,” katanya.
Pengalaman menarik saat roadshow, Nirina yang pernah dua kali meraih Piala Citra ini mengaku ada banyak. Roadshow ke berbagai kota ini membuatnya nonton film lagi. Dan uniknya, setiap nonton selalu menangis. “Jadi bukan hanya orang lain, yang memerankan tokoh di film itu setiap kali nonton juga masih nangis. Saya juga begitu, padahal saya yang main,” katanya sembari tersenyum.
Menurut Nirina yang mengawali karier sebagai penyiar radio di Prambors, alur cerita di film Jangan Buang Ibu itu sederhana, menggambarkan kehidupan umumnya keluarga di Indonesia. Namun memiliki sudut pandang yang berbeda-beda, mulai sudut pandang anak, ibu dan cucu. Karena itu film ini mampu menguras emosi penonton.
Pesan untuk para ibu di luar sana, yang mungkin memiliki masalah serupa dengan perannya sebagai Ibu Ristiana, Nirina wanti-wanti hadapi semua cobaan dengan senyuman. Perempuan Indonesia harus kuat, hebat dan tetap semangat. “Yakinlah Allah SWT tidak memberi cobaan di luar batas kemampuan kita. Teruslah semangat, kuat agar bisa menjadi ibu-ibu hebat untuk anak-anak kita, keluarga kita,” katanya.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir memerankan Ibu Ristiana, seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori). Setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono), Ibu Ristiana hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik meski dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan utang yang sedemikian besar. Meski berkali-kali disakiti oleh suaminya, Ristiana selama ini mencoba menerima dan menyelesaikan masalah suaminya.
Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagal keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana setelah ketiga anaknya harus mengirimkannya ke panti jompo. Padahal, di masa tumbuh sang anak, ibu selalu menyempatkan waktu dan tenaga demi mereka. Ibu Ristiana meninggal di panti jompo tanpa didampingi ketiga anaknya yang dia besarkan dengan cinta dan airmata. nti
