
MADIUN (wartadigital.id) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur mencatat intermediasi perbankan di wilayah ini masih tumbuh positif hingga Agustus 2025, ditopang oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang terjaga.
Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 1 OJK Jatim, Nasirwan Ilyas, mengungkapkan, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 4,46 persen (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 4,03 persen (yoy). “Kinerja perbankan Jawa Timur tetap solid dengan permodalan kuat dan risiko kredit yang terkendali,” ujarnya.
Menurutnya, Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan Jatim masih berada di level aman sebesar 29,38 persen, sedangkan Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat 3,67 persen. Sementara itu, rasio likuiditas yang diukur dari AL/DPK 31,96 persen dan AL/NCD 151,25 persen juga berada jauh di atas ambang batas minimum.
“Data ini menunjukkan ketahanan sektor perbankan di Jawa Timur masih terjaga dengan baik, meskipun tekanan ekonomi global dan domestik masih terasa,” kata Nasirwan.
Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran kredit masih didominasi oleh sektor rumah tangga, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan. Namun, pertumbuhan di beberapa sektor mulai melandai, terutama pada sektor konstruksi yang tercatat mengalami kontraksi.
“Meski rasio NPL cenderung meningkat di beberapa sektor, namun masih dalam level terkendali dan termitigasi dengan baik,” kata dia.
Nasirwan menambahkan, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan justru menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan kredit 5,84 persen yoy, mencerminkan meningkatnya akses pembiayaan produktif di daerah.
Secara keseluruhan, OJK Jatim menilai fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan baik dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 75,41 persen, menandakan penyaluran dana ke masyarakat berlangsung seimbang dengan penghimpunan DPK.
OJK, lanjutnya, akan terus mendorong perbankan di Jawa Timur untuk memperkuat penyaluran kredit produktif, terutama kepada sektor-sektor prioritas dan UMKM. “Hal itu agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap inklusif dan berkelanjutan,” ujar Nasirwan di sela Media Gathering OJK Provinsi Jatim beserta media, 17-18 Oktober 2025. edt





