
LAMONGAN (wartadigital.id) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau kinerja pompa banjir di Pintu Air Kuro, Kabupaten Lamongan, Sabtu (7/3/2026).
Peninjauan itu dilakukan guna memastikan optimalisasi pembuangan air dalam upaya percepatan penanganan banjir di wilayah setempat.
Emil mengatakan pompa banjir di lokasi itu terus dioptimalkan untuk memercepat pengurangan genangan di kawasan Bengawan Jero.
“Saat ini pompa permanen kita operasikan sampai pukul 22.00 WIB, sementara pompa mobile sampai pukul 24.00 WIB agar pembuangan air bisa lebih maksimal,” katanya.
Ia menjelaskan di kawasan Pintu Air Kuro saat ini terdapat tiga pompa permanen milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan total kapasitas sekitar 6.000 liter per detik serta dua pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan kapasitas sekitar 2.000 liter per detik.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengoperasikan pompa berkapasitas sekitar 500 liter per detik serta satu unit pompa mobile dengan kapasitas serupa untuk membantu percepatan pembuangan air.
Emil menambahkan dalam masterplan Kementerian Pekerjaan Umum juga terdapat rencana pembangunan jalur pelimpah banjir atau floodway yang mengalirkan air langsung menuju laut.
“Dalam masterplan Kementerian PU ada jalur untuk melimpahkan air langsung ke laut yang disebut floodway. Kapasitas awalnya sekitar 640 meter kubik per detik dan dengan optimalisasi bisa mencapai sekitar seribu meter kubik per detik,” ujarnya.
Tapi, menurut dia, kapasitas aliran yang saat ini dapat dimanfaatkan masih sekitar 400 meter kubik per detik sehingga perlu pembahasan lebih lanjut bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS).
Sedangkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan penanganan banjir, termasuk melalui pengembangan floodway sebagai bagian dari solusi jangka panjang pengendalian air di wilayah itu. amo, nta




