wartadigital.id
Headline Mitra

Pantang Menyerah

Fatikha Rizky Kurnia

 

SURABAYA (wartadigital.id)  – Fatikha Rizky Kurnia atau akrab dipanggil Nia menjadi salah satu mahasiswa Unair yang lolos dalam program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA). Fatikha merupakan mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair  yang berkesempatan menempuh studi di Hanyang University, salah satu Universitas terkemuka di Korea Selatan.

Nia menyebutkan bahwa mengikuti program exchange ke luar negeri adalah salah satu impiannya sejak lama. Dapat menjalin pertemanan dengan warga negara lain dan menyukai KPOP menjadi dorongan kuat untuk dapat meraih program IISMA di tahun ini.

Nia menyebutkan bahwa ia sempat mencoba daftar program exchange dari beberapa penyelenggara di tahun 2022. Namun usahanya saat itu belum berhasil. Tidak menyerah, di tahun 2023 Nia mulai menekuni skill bahasa Inggris serta mencoba beberapa kegiatan internasional di kampus. Nia mengungkapkan bahwa ia sempat mengikuti Volunteer International Office FEB Unair dan pengalaman tersebut menjadi langkah-langkahnya dalam meraih program IISMA di tahun ini.

“Udah mau ikut IISMA dari tahun 2021. Desember nyoba apply lewat AGE Unair ada program ke Jeonbuk International University ke Korea, tapi ketolak. Terus akhirnya nyoba join volunteer international office-nya FEB dan hal tersebut jadi langkah-langkah yang ngedeketin aku sama jalan ke IISMA tahun ini,” ujarnya, Senin (18/9/2023).

Dalam program exchange itu, Nia mengambil jurusan Bisnis Administration. Jurusan itu masih ada relevansi dengan fokus bidang yang ia pelajari di Unair. Nia menambahkan, pemilihan jurusan Bisnis Administration juga didasari oleh pengalamannya dalam mengikuti program studi independen di semester 5.

“Walaupun dari program IISMA sendiri kita diperbolehkan ngambil jurusan yang ga berhubungan sama jurusan asal kita, tapi aku memilih yang masih berhubungan dengan jurusanku di UNAIR. Aku juga punya pengalaman mengikuti bisnis course di studi independen pas semester 5,” paparnya.

Selama studi di Hanyang University, kelas yang Nia ikuti memiliki sistem yang bebas dan lebih fleksibel. Dosen pengajar memiliki sifat yang friendly kepada para mahasiswa.

“Kalau kita telat atau mau ke kamar mandi, kita tidak perlu izin seperti halnya yang kita lakukan saat di Indonesia,” ujarnya.

Selama kurang dari satu bulan di Korea, Nia mengungkapkan belum ada culture shock yang ia alami. “Jujur, hawanya sama aja kayak di Surabaya. Tapi akhir-akhir ini hawanya lebih dingin karena mau masuk musim dingin,” ucapnya.

Nia menambahkan bahwa dalam mencari makanan, ia cukup harus berhati-hati karena tidak ada logo halal pada setiap makanan yang dijual. Melihat dan menanyakan komposisinya terlebih dahulu merupakan hal yang ia lakukan sebelum membeli makanan untuk mahasiswa muslim sepertinya. “Sebenarnya ada aja makanan yang memiliki logo halal. Namun sedikit dan harganya cukup mahal,” ucap Nia.

Nia berpesan bagi calon pendaftar IISMA untuk dapat lebih prepared dalam mempersiapkan berkas. Salah satu syarat yang harus pendaftar IISMA penuhi yaitu membuat essay tentang alasan mendaftar pada program IISMA. Menunjukkan persona dalam essay yang dibuat menjadi tips dan trik yang Nia bagikan untuk dapat membuatnya lebih berbobot untuk dibaca. rya

 

Related posts

PTPN X Berhasil Giling Tebu Sebanyak 4, 69 Juta Ton hingga Pertengahan November 2022

redaksiWD

Menpan RB Sebut 83 Ribu Formasi CPNS Ditempatkan di Instansi Pusat

redaksiWD

Tagar #GoodbyeJokowi Trending di Twitter, Bakal Gelar Reformasi Jilid 2

redaksiWD