Pasca Tragedi Kanjuruhan Menpora Desak PSSI Benahi Sistem

Istimewa
Menpora Zainuddin Amali mendesak otoritas sepak bola nasional itu membenahi sistem kompetisi persepakbolaan Indonesia, Minggu (2/10/2022) malam.

 

MALANG (wartadigital.id)  – PSSI tak boleh lagi berdiam diri menyaksikan tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang, yang memakan korban jiwa 125 orang (merujuk pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo) dan 323 orang terluka. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali mendesak otoritas sepak bola nasional itu membenahi sistem kompetisi persepakbolaan Indonesia.

Bacaan Lainnya

Menpora menyebut evaluasi total agar ke depannya tercipta kompetisi yang kondusif sehingga pemain bisa bermain sepak bola dan bersaing dengan tenang, dan penonton juga nyaman menyaksikan pertandingan di stadion. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, PSSI diminta melakukan evaluasi secara total terhadap sistem saat ini, yang digunakan sebagai cara berkompetisi sehingga akan dapatkan cara terbaik, para pemain bisa main tenang, dan penonton nyaman menonton,” ucap Zainuddin Amali seusai meninjau kerusakan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (2/10/2022) malam.

Menpora berharap kejadian kerusuhan ini tak merusak suasana sepak bola Indonesia di tengah antusiasme kembali masyarakat. Dari sana Zainuddin Amali percaya PSSI sedang berusaha sekuat tenaga membenahi sistem persepakbolaan Indonesia, di tengah mulai membangkitnya geliat sepak bola Indonesia.  “Kita tentu tahu bahwa perkembangan sepak bola Indonesia akhir-akhir ini sedang mengalami perkembangan yang baik. Kemajuan baik tim senior maupun kelompok umur,” tuturnya

Sebelumnya, Polda Jatim menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3.  Persebaya menang.

Hasil itu membuat para suporter Arema FC atau yang disebut Aremania kecewa. Beberapa diantara mereka melampiaskan kekecewaan dengan nekad turun ke lapangan . Mereka ingin mencari pemain Arema FC dan menanyakan kenapa bisa sampai kalah dari musuh bebuyutan.

Keadaan jadi tidak terkendali ketika para suporter itu dihadang pihak kepolisian yang mencoba membuyarkan. Aksi baku hantam antara kedua pihak tak terhindarkan. Keadaan kian mencekam ketika pihak kepolisian mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Dikabarkan dari situ, suporter kocar kacir berebut hendak keluar stadion. Banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan nafas. sin, fik