wartadigital.id
Headline Manca

PBB Khawatir Myanmar Jadi Seperti Suriah

AFP
Para demonstran anti kudeta di jalanan di kota-kota yang ada di Myanmar.

 

NEW YORK (wartadigital.id)-Kantor Komisioner Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) khawatir kerusuhan di Myanmar pasca kudeta militer lambat laun berubah menjadi perang sipil.

Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet, membandingkan situasi di Myanmar saat ini dengan awal mula perang sipil di Suriah terjadi. “Saya khawatir situasi di Myanmar saat ini akan mengarah kepada konflik besar-besaran. Negara tidak boleh membiarkan kesalahan mematikan di masa lalu yang terjadi di Suriah terulang di tempat lain,” kata Bachelet di Jenewa, Rabu (14/4/2021).

Bachelet mendesak militer Myanmar menghentikan “pembantaian” terhadap warga sipil, terutama pedemo anti junta.

Menurut kelompok aktivis Myanmar, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), lebih dari 710 orang telah tewas akibat bentrokan antara aparat dan demonstran sejak kudeta berlangsung pada 1 Februari lalu.

Dilansir Reuters, Bachelet juga mencatat sudah ada lebih dari 3.080 orang ditahan sejak pengambilalihan kekuasaan sipil tersebut. Ia mengatakan junta militer juga telah memvonis 23 orang dengan hukuman mati melalui persidangan yang berlangsung diam-diam.

Meski aparat keamanan semakin brutal menindak para pedemo anti junta militer, gerakan pemberontakan sipil menentang kudeta militer terus bergema di penjuru Myanmar.

Tak hanya warga sipil, setidaknya sepuluh kelompok milisi etnis terbesar di Myanmar mendeklarasikan dukungan mereka kepada rakyat dalam melawan junta militer.

Pemimpin kelompok Dewan Restorasi Negara Bagian Shan, Yawd Serk, mendeklarasikan dukungan itu dalam pertemuan virtual milisi Myanmar pada awal April lalu.

Bentrok antara kelompok milisi etnis dan aparat keamanan juga sempat terjadi di pelosok Myanmar, di mana junta militer meluncurkan gempuran ke sejumlah desa yang dikuasai beberapa milisi etnis pada akhir Maret lalu. Anak-anak dilaporkan ikut tewas dalam serangan udara yang diluncurkan militer Myanmar tersebut. riz, rtr

Related posts

Wagub Emil – Menko PMK Muhadjir Effendy Pantau Ketersediaan Obat dan Tabung Oksigen di Jatim

redaksiWD

Pengelolaan Anggaran Covid-19 Bermasalah, Ketua BPK Lapor Jokowi

redaksiWD

Polisi Myanmar Tembaki Pendemo di Mandalay, 2 Tewas dan 40 Terluka

redaksiWD