wartadigital.id
Ekbis Headline

Pekerja Dirumahkan, Pemerintah Siapkan Subsidi Gaji

Dok WD
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA (wartadigital.id)-  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan penyebaran virus Covid-19  tentu akan memukul perekonomian Indonesia. Pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat akan membuat roda  ekonomi bergerak lambat.

Akibatnya, dunia usaha harus putar otak untuk bertahan hidup. Salah satu caranya adalah dengan melakukan efisiensi beban, termasuk di aspek Sumber Daya Manusia.

Sebagai dampak PPKM Darurat, sebagian pekerja terkena ‘vonis’ dirumahkan, dikurangi jam kerjanya, atau bahkan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Otomatis ‘vonis’ ini akan mengurangi upah bahkan membuatnya tidak ada sama sekali.

Oleh karena itu, pemerintah tengah menyusun bantuan yaitu subsidi upah atau gaji. Pemerintah akan membantu pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja atau dirumahkan.

“Jadi kita akan menutup (sebagian penghasilan) bagi yang kena PHK dan penurunan jam kerja. Anggarannya Rp 10 triliun, untuk menambah (penghasilan) mereka yang terkena PHK,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Juli 2021, Rabu (21/7/2021).

Subsidi upah ini, lanjut Sri Mulyani, masih dalam tahap finalisasi yang akan rampung beberapa hari ke depan. “Kita sedang membahas dengan Kemenko Perekonomian dan Kemenaker untuk membantu segmen kelompok pekerja yang dirumahkan dan yang jam kerjanya menurun,” katanya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pada pada Februari 2021, terdapat 19,10 juta orang atau 9,30% penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Jumlah itu terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 1,62 juta orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak  0,65 juta orang, tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 1,11 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 15,72 juta orang.

Di bagian lain, jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 mencapai 139,81 juta orang, naik 1,59 juta orang dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,31 persen poin.

Sementara, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 6,26%, turun 0,81% poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang, meningkat 2,61 juta orang dari Agustus 2020.

Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir berharap rekrutmen BUMN dan formasi CPNS menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19.

Harapan tersebut diutarakan Erick menjawab pertanyaan warganet di akun sosial medianya yang dirangkum tim Kementerian BUMN. Erick mengaku sangat prihatin terhadap PHK yang terjadi akibat pandemi ini.

“Saya rasa Covid-19 ini banyak pihak-pihak yang dirumahkan, dilepas karena situasi. Saya tentu sangat prihatin, kalau dilihat di website atau Instagram atau sosial media Kementerian BUMN, itu banyak perusahaan BUMN yang juga membuka lowongan pekerjaan,” ujar Erick, dikutip Rabu (21/7/2021).

Dia menambahkan, Kementerian BUMN dan kementerian lainnya juga baru membuka rekrutmen ASN. Dia berharap lowongan kerja di BUMN maupun formasi CPNS ini menjadi kesempatan bagi masyarakat. set,  ins

Related posts

CPDB Penghafal Kitab Suci yang Lulus Langsung Dapat Surat Keterangan dari Kemenag

redaksiWD

Inventarisir Sektor Kritikal dan Esensial Dulu, Sosialisasikan,  Baru Tegakkan Aturan

redaksiWD

Jelaskan Masalah, Eri Cahyadi Temui Pengunjuk Rasa Warga Madura

redaksiWD