Pemkab Banyuwangi Jadikan Pembangunan Infrastruktur Jalan Instrumen Pemulihan Ekonomi

Bupati Ipuk Fiestiandani saat tasyakuran pembangunan jalan hotmix dan paving di Desa Jajag Kecamatan Gambiran Banyuwangi.

 

BANYUWANGI (wartadigital.id) – Pemkab Banyuwangi menjadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai instrumen pemulihan ekonomi yang berdampak langsung, yakni penyerapan tenaga kerja.

Bacaan Lainnya

“Pembangun jalan bukan hanya soal infrastruktur semata. Ini bagian dari pemulihan ekonomi. Pertama, dampak langsung yaitu penyerapan tenaga kerja. Sistem padat karya kami targetkan bisa menyerap 10.000 tenaga kerja dalam berbagai program pembangunan jalan pada tahun ini,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (12/1/2022).

Selain itu, lanjut dia, dampak tidak langsung, yaitu memperlancar mobilitas, membuka titik pertumbuhan ekonomi baru. Pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari program Banyuwangi Rebound, sebuah gerakan multisektor yang baru saja dicanangkan Pemkab Banyuwangi.

Kata Ipuk, program Banyuwangi Rebound memiliki sejumlah pilar ekosistem penunjangnya, salah satunya adalah pemulihan ekonomi. “Dalam pemulihan ekonomi ini, salah satu yang kami canangkan adalah pembangunan infrastruktur jalan,” ujarnya.

Pada 2022, Bupati Ipuk menargetkan sedikitnya ada seribu titik pembangunan maupun perbaikan jalan di seluruh Banyuwangi. “Kami tidak hanya menargetkan adanya perbaikan jalan. Tapi, juga harus ada dampak ekonomi turunannya. Dari program padat karya ini setidaknya ada 10 ribu orang yang turut bekerja,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, dengan akses jalan yang baik secara bertahap akan dikembangkan potensi ekonomi setempat. Seperti halnya pembangunan jalan di Desa Jajag, bersamaan juga dilaksanakan penebaran benih ikan di sungai yang melintas di samping jalan.

“Ini adalah contoh yang baik. Dengan jalan yang telah diperbaiki, semangat masyarakat untuk turut membangun terpantik. Tak hanya jalannya, tapi irigasinya secara swadaya turut diperbaiki. Sehingga bisa untuk merawat ikan,” katanya.  gik