Peningkatan Kematian Pasien Covid di RS, Menkes Ungkap Adanya Keterlambatan Penanganan Medis

Dok
Deretan jenazah pasien Covid-19 di IGD RSUD dr Soetomo Surabaya.

JAKARTA (wartadigital.id)  – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya peningkatan kematian pasien Covid-19 di rumah sakit.  Mayoritas pasien meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Yang wafat di rumah sakit itu mendadak jadi lebih cepat.  Bisanya rata-rata sebelumnya 8 hari, sekarang rata-rata 3 hari atau 4 hari sudah wafat,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin lewat keterangan pers via kanal YouTube, Senin (2/8/2021).

Bacaan Lainnya

Selain jumlah kematian meningkat, kecepatan kematian pasien meninggal dunia setelah sampai di rumah sakit juga meningkat. Sebabnya adalah keterlambatan penanganan medis untuk pasien. “Kematian yang terjadi peningkatan sekarang, penyebab utamanya karena terlambat tertangani di rumah sakit. Kita sudah melakukan analisa,” kata Budi.

Dulu, pasien kematian pasien di rumah sakit kebanyakan terjadi di ICU. Kini, banyak pasien yang wafat saat di IGD. Dulu, pasien Covid-19 yang wafat di IGD hanya sekitar 1 hingga 2%. Kini, pasien Covid-19 yang wafat di IGD menjadi 20%. “Kita heran kok kenapa orang di IGD jadi banyak yang wafat? Atau masuk IGD pun sudah wafat, death on arrival, itu lebih tinggi lagi kalau kita masukan data sudah masuk rumah sakit sudah wafat,” tuturnya.

Dijelaskan Budi 80% pasien masuk RS dalam kondisi sudah telat sekali. “Artinya virusnya sudah menyebar ke dalam paru-paru dan sudah sesak,” tutur Budi.

Sebab yang lebih mendasar lagi adalah kurangnya edukasi masyarakat soal persepsi terhadap Covid-19. Masyarakat punya persepsi, penyakit akibat virus Corona ini adalah aib. Padahal, kematian akibat Covid-19 lebih rendah ketimbang TBC atau HIV/AIDS. “Perkiraan kita karena edukasi masyarakat, sehingga orang takut kena Covid-19 seperti aib. Ya jangan,” kata Budi.

Dia mengajak masyarakat untuk waspada terhadap kondisi saturasi oksigen mereka sendiri. Bila saturasi oksigen di bawah 94%, maka segeralah pergi ke puskesmas atau dokter supaya kematian akibat Covid-19 terhindarkan. “Begitu saturasi di bawah 94% segera kirim ke isolasi terpusat,” kata Budi.

Kematian Hari Ini 1.568 Orang

Sementara itu pemerintah kembali melaporkan jumlah kematian akibat Covid-19 . Di mana pada hari ini 2 Agustus 2021 tercatat jumlah kematian dalam sehari sebanyak 1.568 orang. Sehingga total kematian akibat Covid-19 sebanyak 97.291 orang atau mendekati 100 ribu.

Kematian terbanyak hari ini dari Jawa Timur 352, Jawa Tengah 333, DKI Jakarta 154, Jawa Barat 127, Banten 90, Lampung 75, Kalimantan Timur 51, Riau 50, Bali 47, Di Yogyakarta 46 orang meninggal dalam sehari.

Sementara hari ini kasus positif Covid-19 pada hari ini bertambah 22.404 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini sebanyak 3.462.800 kasus.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 151.216 spesimen yang dilakukan dengan metode real time Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat 32.806 orang. Sehingga total sebanyak 2.842.344 orang sembuh.

Jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 109.374 orang. Dan kasus aktif sebanyak 523.164 orang. Saat ini kasus Covid-19 tersebar di 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi. Sebelumnya, kemarin total kasus positif Covid-19 di Indonesia per 1 Agustus 2021 berjumlah 3.440.396 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 2.809.538 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 95.723 orang. set, det