Perkembangan dan Penanganan Bencana hingga 6 November 2026

Operasi pemadaman darat oleh tim gabungan di Dukuh Ngancar, Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jatim, Kamis (5/11/2026)

JAKARTA (wartadigital.id) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia hingga Jumat (6/11/2026) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian tersebut meliputi kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kabupaten Tojo Una-Una, banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sanggau, angin kencang di Kabupaten Kediri, kebakaran lahan di Kabupaten Magetan, serta kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Luwu.

Bacaan Lainnya

Kebakaran TPA terjadi di Dusun Jompi, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (5/11) sekitar pukul 02.45 WITA. Kebakaran itu berdampak pada area seluas sekitar 1 hektare. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una melakukan asesmen sekaligus mengerahkan petugas ke lokasi. Berdasarkan laporan Jumat (6/11/2026), tim gabungan berhasil memadamkan api.

Di wilayah lain, kebakaran lahan terjadi di Dukuh Ngancar, Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, Kamis (5/11/2026). Kebakaran melanda lahan yang ditumbuhi tanaman bambu dan jati dengan luas sekitar 1 hektare. BPBD Kabupaten Magetan bersama tim gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan selang air. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (5/11). Kebakaran itu melanda lahan perkebunan kakao milik warga dengan luas sekitar 1 hektare. BPBD Kabupaten Luwu bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Api dilaporkan berhasil dipadamkan.

Upaya pemadaman kebakaran TPA di Dusun Jompi, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulteng, Kamis (5/11/2026)

Selain kejadian kebakaran, banjir yang disertai tanah longsor juga terjadi di Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (3/11/2026) dini hari menyebabkan peningkatan debit air serta kondisi tanah menjadi jenuh dan labil.

Pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, banjir disertai tanah longsor terjadi di wilayah tersebut. Material longsor mengenai sejumlah rumah warga sehingga mengakibatkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sanggau, kejadian itu berdampak pada 13 jiwa, dengan tiga jiwa di antaranya mengungsi. Sebanyak lima unit rumah dilaporkan terdampak. BPBD bersama perangkat desa dan masyarakat setempat melakukan asesmen serta pendataan terhadap warga dan rumah terdampak.

Adapun di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Rabu (4/11/2026). Kejadian itu berdampak pada 81 kepala keluarga (KK). BPBD Kabupaten Kediri melaporkan kerusakan pada satu unit rumah kategori rusak berat, satu unit rusak sedang, 78 unit rusak ringan, serta satu fasilitas pendidikan.

BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Kediri telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan makanan siap saji kepada warga terdampak. Tim gabungan juga melakukan pembersihan material serta pendataan kerusakan bangunan. Hingga Kamis (5/11/2026), pembersihan material rumah rusak masih berlangsung.

Menyikapi kejadian itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik kering maupun basah, seiring berlangsungnya peralihan musim di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah daerah perlu mengintensifkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tanah longsor perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama. Masyarakat diharapkan menghindari aktivitas di sekitar lereng dan bantaran sungai saat kondisi cuaca memburuk serta segera menuju tempat aman apabila terdapat tanda-tanda bahaya atau arahan evakuasi dari petugas setempat. ris, bpb

Pos terkait