
SURABAYA (wartadigital.id) – BPBD Jatim memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui forum internasional di Jepang. Dalam The 10th International Conference on Integrated Crisis Management yang digelar di Chiba Institute of Science (CIS) Jepang, Sabtu (13/6/2026), BPBD Jatim mempelajari berbagai praktik terbaik dalam manajemen krisis terpadu.
Dari BPBD Jatim hadir yakni Kabid KL BPBD Jatim, Satriyo Nurseno; Kasubbag Umum dan Kepegawaian BPBD Jatim, Galih Perwira Kusuma; Ketua Tim Pusdalops, Muhammad Amrul dan Analis SDM Aparatur Ahli Pertama, Dino Andalananto; beserta Kepala UPT PPK BPKAD Prov. Jatim, Marta Mukti Widodo.
Dalam forum ini, CIS menyerahkan bantuan berupa kamera dan panel surya (solar panel) untuk mendukung operasional dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Pada sesi kuliah utama, Visiting Professor CIS, Hirotaka Yamashita mengangkat tema “Japan’s Security as Seen from the Iran and Ukraine Wars.
Sementara itu, Mu’man Nuryana selaku Dewan Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, bersama Associate Professor Faculty of Risk and Crisis Management CIS, Hitoshi Igarashi, menyoroti pentingnya penerapan Incident Command System (ICS) dalam penanganan bencana berskala besar.
“Penanganan bencana berskala besar memerlukan koordinasi yang terstandarisasi melalui Incident Command System agar berbagai organisasi, relawan, dan lembaga dapat bekerja sebagai satu tim,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi panel, Profesor University of Human Arts and Sciences, Hiromitu Sato, memaparkan pengalaman Jepang dalam menghadapi berbagai jenis krisis.
“Pengalaman Jepang menunjukkan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan, tidak hanya fokus pada penyelamatan korban dan pemulihan infrastruktur,” ujar Hiromitu Sato.

Kabid KL BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menilai partisipasi BPBD dalam forum internasional ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang kebencanaan.
“Kami memperoleh banyak pembelajaran mengenai penguatan sistem komando, koordinasi lintas sektor, pengelolaan risiko, serta pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat. Pengalaman Jepang dalam menghadapi berbagai bencana menjadi referensi berharga untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Jawa Timur,” ungkapnya.
Ke depan, CIS dan BPBD Jatim terus berkolaborasi, seperti di bidang pendidikan melalui program beasiswa dari CIS. Diskusi panel ini juga menghadirkan Kunihiro Mimura dari Tokyo Healthcare University; Tamotsu Shinozuka dari CIS; Hidehiro Kimura dan Hiroya Toda yang turut membahas penguatan sistem manajemen krisis terpadu di berbagai sektor. edt, *





