PPDB Unair, FST Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Bulus Bandung Tulungagung

Suasana pelatihan pembuatan pupuk organik di Balai Desa Bulus Bandung, Tulungagung.

SURABAYA (wartadigital.id) – Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair baru saja sukses menggelar Pengabdian Masyarakat PPDB (Program Pengembangan Desa Binaan) melalui pelatihan pembuatan pupuk organik di Balai Desa Bulus Bandung, Tulungagung.

Kegiatan yang berlangsung 26 Oktober 2024, diketuai oleh Dr Siswanto MSi dan didukung oleh sejumlah dosen antara lain, Dr. Ir Aminatun MSi, Dyah Hikmawati SSi, MSi, Dr. Nuril Ukhrowiyah SSi, MSi, Drs. Djony Izak Rudyardjo MSi, Jan Ady SSi, MSi, Drs Adri Supardi MS , M.Nurur Rochman SSi, MT dan 2 mahasiswa  yaitu Priscelia Arie Novita dan Zuanida Indri Agustin.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan petani lokal melalui peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan produksi pupuk organik. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan tentang metode Takakura, sebuah teknik yang memungkinkan mereka mengubah sampah organik menjadi pupuk berkualitas tinggi. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pembuatan pupuk organik menggunakan  tong komposter dan pembuatan pupuk organik cair. Dengan pendekatan praktis dan teori yang seimbang, peserta diberikan alat dan bahan untuk dapat melakukan proses tersebut di rumah masing-masing.

Foto bersama beberapa warga Desa Bulus, dosen dan mahasiswa Unair  usai memberikan pelatihan  membuat pupuk organik di Balai Desa Bulus Bandung, Tulungagung.

 

Sebanyak 30 orang yang terdiri dari petani dan staf Desa Bulus turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mengikuti setiap sesi pelatihan. Dr. Siswanto MSi menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi. “Kami berharap melalui pemahaman yang baik tentang cara membuat pupuk organik, mereka bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk lahan pertanian mereka,” katanya dalam keterangan tertulis.

Dijelaskan Dr Siswanto, dosen dan mahasiswa Unair yang terlibat aktif memberikan bimbingan dan demonstrasi, memastikan bahwa setiap peserta memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk mengolah limbah organik. “Kami ingin menciptakan generasi petani yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan. Pengelolaan limbah yang baik adalah kunci untuk mencapai itu,” tambah Dr Siswanto.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Unair dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan keberdayaan masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Bulus Bandung dapat menjadi model bagi desa lain dalam penerapan teknik pertanian yang lebih berkelanjutan. nti