Program SOTH dan Selantang Kota Madiun Wisuda 62 Orang

Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin Dardak mewisuda 62 orang yang telah mengikuti program SOTH dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Kota Madiun.

 

MADIUN (wartadigital.id) – Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak mewisuda 62 orang yang telah mengikuti program Sekolah Orangtua Hebat (SOTH) dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Kota Madiun di aula utama wisma asrama haji, Rabu (22/2/2023).

Bacaan Lainnya

Melalui program pembelajaran Sekolah Orangtua Hebat (SOTH) dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), Arumi berharap orangtua lebih memahami pola pengasuhan anak diikuti upaya menurunkan stunting pada balita. Sedangkan program Selantang bagi lansia agar tetap produktif dan memiliki potensi menjadi sistem pendukung bagi keluarga.

Disampaikan Arumi, peran serta Pemkot Madiun dan tingkat desa dalam mendukung program sekolah orangtua hebat yang berlangsung selama 3 bulan dikatakan berhasil. Sebab, respon masyarakat mengikuti program tersebut sangat baik. Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa sosialisasi Pemkot Madiun kepada masyarakat dapat diterima dan dipahami secara utuh.

“Saya mengapresiasi program yang digagas Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur Jawa Timur sebagai salah satu terobosan untuk dapat meningkatkan kemampuan orangtua dalam mengasuh anak, terutama anak balita dalam penurunan stunting,” kata Arumi.

Menurutnya, kualitas pengasuhan sangat menentukan kualitas generasi penerus yang dilahirkan oleh satu keluarga. Sebab, masa awal kehidupan setiap individu di mana sebagian besar waktunya dihabiskan bersama keluarga di lingkungan rumah merupakan masa yang paling fundamental sepanjang hidup atau sering disebut golden periode.

“SOTH sangat penting dalam hal penanganan gizi bagi anak dan penguatan secara psikis bagi ibu. Saya yakin, orangtua yang ikut SOTH dan sudah melahirkan akan mengetahui dampak rentan terhadap psikis dan bisa beradaptasi setelah memiliki anak,” ujarnya.

Pola asuh yang baik terhadap anak utamanya balita juga berdampak pada pencegahan stunting. Saat ini, pemerintah pusat dan daerah masif mensosialisasikan pencegahan sekaligus penurunan angka stunting baik nasional maupun tingkat daerah.

Berdasarkan data status gizi Indonesia per Desember 2022, angka stunting secara nasional turun dari 24 persen menjadi 21,6 persen. Di Jatim sendiri angka stunting 2022 sebesar 23,5 persen dan pada 2023 mengalami penurunan sebesar 19,2 persen. Angka ini sudah di bawah standar WHO sebesar 20 persen.

“Penurunan stunting juga dirasakan Kota Madiun dari 12,4 persen menjadi 9,7 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kerjasama seluruh stakeholder dan masyarakat. Kalau bisa stunting terus menurun hingga mewujudkan zero stunting pada 2024,” harapnya.

Tidak hanya program SOTH, Arumi juga mengapresiasi sekolah lansia tangguh atau disingkat Selantang. Menurutnya, program lansia tangguh digagas untuk membuat kualitas hidup lansia tetap produktif. Sebab, Arumi banyak mendengar lansia yang sakit-sakit terkesan menjadi beban dalam keluarga.

Menghapus stigma beban terhadap lansia, Arumi mengatakan BKKBN Jatim mencetuskan program Selantang untuk lansia agar tetap produktif dan berpotensi menjadi sistem pendukung dalam keluarga. “Seperti membesarkan dan merawat cucu serta merawat keharmonisan dalam keluarga. Semua itu penting untuk fisik dan mental lansia agar tetap produktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arumi menyebut per September 2022, total jumlah wisuda SOTH dan Selantang yang menyelesaikan proses pembelajaran selama 3 bulan sebanyak 62 orang. Masing-masing wisudawan SOTH dari kampung KB Banjarejo sebanyak 30 orang peserta sedangkan jumlah wisuda lansia tangguh di kampung KB Kapendis sebanyak 32 siswa.

Ke depan, Arumi mengaku bahwa program SOTH dan Selantang di Kota Madiun terus berlanjut. Saat ini, sudah banyak yang ingin mendaftar. Untuk program SOTH siswa-siswi baru sebanyak 2 kelas dari kelurahan Sogaten dan kelurahan Klegen Madiun sebanyak 60 orang. Sedangkan siswa siswi baru Selantang sebanyak 2 kelas dari kelurahan Josenan dan kelurahan Manguharjo Madiun berjumlah 60 orang. sis