wartadigital.id
Headline Manca

Protes Kudeta Militer Sudan, 3 Warga Sipil Tewas Ditembak Tentara

Reuters
Warga Sudan memprotes aksi kudeta yang dilakukan militer.

 

KHARTOUM  (wartadigital.id) – Kudeta militer di Sudan mulai menelan korban jiwa warga sipil. Usai pemimpin militer Sudan mengumumkan keadaan darurat dan menangkap Perdana Menteri Abdalla Hamdok serta sejumlah pemimpin sipil lainnya, massa mulai turun ke jalan di ibukota, Khartoum dan kota kembarnya, Omdurman untuk memprotes aksi kudeta tersebut.

Komite Sentral Dokter Sudan mengatakan, tiga orang meninggal karena luka tembak. Selain korban tewas, sedikitnya 80 lainnya terluka setelah ditembak oleh pasukan militer selama aksi protes terhadap kudeta militer, Senin (25/10/2021).

Berbicara dari Khartoum, koresponden Hiba Morgan dari Al Jazeera mengatakan, sebuah kelompok aktivis telah melaporkan beberapa kematian. “Sebuah kelompok aktivis melaporkan bahwa setidaknya tiga orang telah tewas,” ujar Morgan.

“Orang-orang turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka (atas perkembangan terakhir). Beberapa orang terluka akibat tembakan yang ditembakkan ke arah pengunjuk rasa di depan markas militer,” lanjutnya.

Menurut Kementerian Informasi Sudan, Hamdok dipindahkan ke lokasi yang dirahasiakan setelah dia menolak mengeluarkan pernyataan untuk mendukung kudeta. Ketua Badan Penguasa Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan kemudian mengumumkan pembubaran pemerintah transisi dan dewan berdaulat dan menyatakan keadaan darurat nasional.

Sudan berada di ujung tanduk sejak rencana kudeta yang gagal bulan lalu menimbulkan tuduhan pahit antara kelompok militer dan sipil. Kudeta juga terjadi hanya beberapa minggu sebelum militer seharusnya menyerahkan kepemimpinan dewan yang menjalankan negara itu kepada warga sipil.

Atas terjadinya kudeta ini, karyawan Bank Sentral Sudan melakukan aksi mogok untuk menolak pengambilalihan militer. “Karyawan bank sentral Sudan mengatakan mereka melakukan serangan segera untuk menolak kudeta militer, setelah militer Sudan merebut kekuasaan dari pemerintah transisi,” tulis Kementerian Informasi Sudan di halamannya di Facebook.

PM Hamdok Jadi Tahanan Rumah

Kudeta militer dilaporkan pecah di Sudan , Senin (25/10/2021). Perdana Menteri (PM) Abdalla Hamdok dan empat menteri dari pemerintah sementara ditangkap aparat militer. Kudeta terjadi di tengah unjuk rasa oleh demonstran pro militer dan demonstran pro pemerintahan sipil. Stasiun televisi Al-Hadath melaporkan kelompok pendukung militer dan pendukung pemerintah sementara Sudan telah bersitegang dalam beberapa hari terakhir.

Selain empat menteri, ada satu pejabat tinggi sipil yang ikut ditangkap aparat militer pada Senin pagi. Reuters, yang mengutip sumber keluarga mengatakan bahwa aparat militer menggerebek rumah PM Hamdok. Pemimpin Sudan itu kemudian ditetapkan sebagai tahanan rumah.

Asosiasi Profesional Sudan, kelompok yang mempelopori protes untuk pemerintahan sipil tahun lalu, mendesak para pendukungnya turun ke jalan untuk menunjukkan perlawanan sengit terhadap apa yang mereka sebut sebagai “kudeta militer brutal.”

“Kami mengimbau massa untuk turun ke jalan dan menduduki mereka, memblokir semua jalan dengan barikade, melakukan mogok umum, tidak bekerja sama dengan pemberontak, dan menghadapi mereka dengan pembangkangan sipil,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan di Facebook. rtr, sin, ins

Related posts

SIG Serahkan Bantuan Sarana Prasarana Umum dan Mobil Ambulans di Kabupaten Probolinggo dan Banyuwangi

redaksiWD

Hindari ‘Balas Dendam’ Makan saat Lebaran agar Tidak Mengalami Hipertensi

redaksiWD

Ini Trik Mengurangi  Stres dan Cemas dalam Situasi Pandemi

redaksiWD