Resmi Ditetapkan Jadi Ketua FJPI Jawa Timur 2005-2028, Chaty  Siap Perkuat Kolaborasi

News anchor Lentera TV Media, Chaterin Elissen (kiri) resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur periode 2025-2028.

SURABAYA (wartadigital.id – News anchor Lentera TV Media, Chaterin Elissen resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur periode 2025-2028.

Penetapan Chaterin ini dilaksanakan pada Musyawarah Cabang (Muscab) FJPI Jawa Timur di Aula Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Rabu (3/12/2025).

Bacaan Lainnya

Penetapan Chaterin sebagai Ketua FJPI Jawa Timur ini setelah terpilih secara aklamasi pada pra Muscab yang digelar 15 November 2025. Dengan demikian, tongkat estafet diberikan oleh Ketua FJPI Jawa Timur periode sebelumnya, Tri Ambarwatie kepada Chaterin, disaksikan Founder FJPI Ranggini, dihadiri anggota FJPI Jawa Timur dan beberapa media di Surabaya.

Founder FJPI Ranggini mengatakan, hari ini adalah momen penting bagi FJPI Jatim. Bukan hanya menetapkan ketua baru, tetapi karena hari ini adalah ujian kedewasaan organisasi kita.

FJPI lahir 18 tahun lalu bukan karena ambisi, bukan karena kepentingan, tetapi karena kebutuhan. Kebutuhan untuk memperkuat kapasitas jurnalis perempuan, mengarusutamakan perspektif gender dalam pemberitaan dan menghadirkan ruang yang aman dan bermartabat bagi perempuan di dunia jurnalistik.

Di FJPI, kita belajar bahwa kekuatan perempuan bukan terletak pada suara paling keras, tetapi pada integritas, konsistensi, dan komitmen pada aturan yang disepakati bersama. FJPI memiliki mekanisme, timeline, dan peraturan organisasi yang jelas dalam proses menjelang musyawarah cabang ini. Semua anggota diberi kesempatan yang sama. Semua prosedur dijalankan terbuka. Jika pada batas waktu yang ditentukan hanya ada satu calon yang maju, maka fakta itu bukan kebetulan, itu konsekuensi dari proses. Dan proses harus dihormati.

Organisasi yang profesional, menurut Ranggini, adalah organisasi yang berdiri di atas aturan,  bukan di atas tekanan, bukan di atas bisikan kepentingan pribadi, dan bukan di atas manuver kelompok. Karena itu mari kita jujur, organisasi yang melanggar peraturannya sendiri tidak layak bicara soal etika profesi.

Ranggini mengingatkan, FJPI bukan organisasi politik. Jabatan di sini bukan kursi kekuasaan. Tidak ada yang perlu diperebutkan dengan intrik, strategi diam-diam, atau cara-cara yang mencederai martabat organisasi.

Kepemimpinan di FJPI adalah pengabdian. Jika seseorang tidak siap menaati aturan, maka ia tidak sedang memperjuangkan organisasi, ia sedang memperjuangkan dirinya sendiri. Dan forum ini tidak dibangun untuk itu.

Ranggini mengajak untuk kembali pada ruh organisasi, bahwa kita berkumpul karena persaudaraan, karena kepedulian, karena keinginan meningkatkan kapasitas dan kualitas kerja jurnalistik kita, bukan untuk saling menguji siapa yang paling kuat atau paling keras. Perbedaan pendapat itu sehat, tetapi tindakan yang memecah, melemahkan, dan mengganggu proses yang sah, bukan bagian dari ruang ini.

“Mulai hari ini, mari kita melangkah dengan kedewasaan. Siapapun yang resmi ditetapkan sebagai ketua, kita dukung. Bukan karena tidak ada pilihan lain, tetapi karena kita menghormati proses yang sudah kita bangun bersama. Organisasi ini akan kuat bukan karena banyaknya anggota, tetapi karena tingginya standar integritas orang-orang di dalamnya,”tegasnya.

Ranggini menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang diketuai Tri Ambarwati  yang telah bekerja maksimal. Dan juga menyampaikan terima kasih kepada  ketua periode 2025-2028, Catherin yang siap mengemban amanah baru dan juga kepada setiap anggota yang memilih menjaga kehormatan forum ini. “Kita bukan sedang memilih pemimpin, kita sedang menjaga marwah. Kita bersama memperkuat perspektif, memperluas ruang, dan menjaga marwah jurnalis perempuan Indonesia,”tambahnya.

Sebagian peserta Musyawarah Cabang (Muscab) FJPI Jawa Timur foto bersama di Aula Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Chaty panggilan akrab Chaterin mengatakan tahun 2026 merupakan babak baru penuh tantangan. Derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi menuntut para jurnalis perempuan untuk semakin adaptif dan profesional. Jurnalis perempuan kini memegang posisi strategis dalam membangun narasi publik.
“Kita tidak hanya bertugas menyajikan fakta, tetapi juga mewarnai pemberitaan dengan perspektif yang berimbang, empatik, dan inklusif,” ujarnya.

Sebagai ketua baru, ia mengajak seluruh anggota FJPI Jatim untuk menguatkan langkah bersama melalui dua fokus utama. Yakni memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kontribusi.  “Forum ini harus menjadi rumah bersama bagi para jurnalis perempuan untuk saling mendukung, meningkatkan kapasitas, dan menjaga profesionalisme kerja,”katanya.

Chaty juga mendorong agar suara perempuan dan isu-isu publik yang dekat dengan masyarakat semakin mendapatkan ruang dalam pemberitaan.  “Kita kawal berbagai program pembangunan di Jawa Timur melalui praktik jurnalisme yang beretika dan berdampak,” sebutnya.

Chaty menyampaikan, optimismenya bahwa dengan sinergi dan kebersamaan, FJPI Jatim mampu menjadi motor penggerak bagi jurnalis perempuan yang kompeten, berintegritas, serta mendorong perubahan positif bagi masyarakat Jawa Timur. nti

Pos terkait