Sesuaikan Harga Seluruh SPBU, Pertamina Patra Niaga Hentikan Sementara Layanan Pertalite dan Solar

Pertamina melakukan pengaturan penerapan harga baru di sistem dispenser serta melakukan stok opname atau melakukan pengecekan stok Pertalite dan Solar yang tercatat sebelum adanya perubahan kebijakan harga.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Menindaklajuti kebijakan terbaru terkait harga BBM subsidi, Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) selaku operator yang ditugaskan Pemerintah akan menghentikan sementara layanan pembelian Pertalite maupun Solar.

Bacaan Lainnya

“Penghentian sementara ini diperlukan karena Pertamina harus melakukan pengaturan penerapan harga baru di sistem dispenser serta melakukan stok opname atau melakukan pengecekan stok Pertalite dan Solar yang tercatat sebelum adanya perubahan kebijakan harga,” jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dalam siaran pers, Sabtu (3/9/2022).

Irto melanjutkan, penghentian sementara ini hanya akan berlangsung sekitar 10-15 menit. Untuk lebih jelasnya, Pertamina telah mengarahkan seluruh SPBU untuk memberikan informasi mengenai kapan waktu pelayanan Pertalite dan Solar kembali dibuka kepada masyarakat.

“Pertamina memohon maaf atas ketidaknyamanannya. Sebagai operator yang menjalankan tugas penyaluran BBM bersubsidi Pertalite dan Solar, Pertamina harus patuh terhadap seluruh kebijakan yang ditetapkan karena berkaitan langsung dengan transparansi anggaran subsidi negara,” pungkas Irto.

Irto juga memastikan ketersedian Pertalite dan Solar relatif stabil di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.  Pertamina meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying menyusul pengumuman kenaikan harga BBM siang ini.

Perseroan terus berupaya untuk menjaga pasokan BBM subsidi itu menyusul porsi konsumsi Pertalite dan Solar mencapai 85 persen dari keseluruhan konsumsi BBM nasional.

Jadi saat ini kondisinya adalah sebuah kombinasi, yakni meningkatnya rata-rata konsumsi harian masyarakat serta tingginya porsi konsumsi Pertalite dan Solar secara nasional,” kata Irto.

Irto mengatakan ketahanan stok Pertalite dan Solar pada 2 September berada di angka yang aman, Pertalite di level 18 hari, Solar di level 20 hari, dan terus diproduksi. Proses produksi mulai dari hilir hingga ketersediaan stok BBM di SPBU juga terus dimonitor melalui Pertamina Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC) secara real time.

“Misal, stok di salah satu SPBU sudah menipis, kami bisamengalihkan distribusi dan menjadikan SPBU itu sebagai prioritas, jadi masyarakat jangan khawatir dan kami imbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah resmi menaikkan harga sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi pada Sabtu (3/9/2022). Kebijakan itu berlaku efektif pada hari ini, pukul 14.30 WIB.   “Pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat konferensi pers di Istana Negara, Sabtu (3/9/2022).

Penyesuaian harga BBM itu terjadi untuk Pertalite dari harga awal Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, diikuti Solar subsidi dari harga awal Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Adapun pemerintah turut mengerek harga Pertamax non subsidi dari angka Rp 12.500 ke posisi Rp 14.500 per liter. set, nti