
NGANJUK (wartadigital.id) – Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap berbagai inovasi pelayanan dan kegiatan sosial yang dilakukan RSUD Kertosono.
Dukungan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk, M. Fauzi Irwana, saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan khitanan gratis dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Rabu (12/8/2026).
Menurut Fauzi, kegiatan CKG dan khitanan gratis merupakan langkah positif karena memperlihatkan kehadiran RSUD Kertosono di tengah masyarakat tidak hanya melalui pelayanan medis di dalam rumah sakit, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.
Ia berharap kegiatan semacam itu tidak berhenti pada momentum peringatan hari besar nasional, melainkan dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari program pelayanan RSUD Kertosono.
“Saya sebagai Wakil Ketua Komisi IV sangat mengapresiasi. Semoga ke depan kegiatan-kegiatan yang luar biasa dan bagus ini terus digalakkan, terus dijaga supaya nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan khususnya masyarakat Kabupaten Nganjuk,” ujar Fauzi.
Lebih lanjut, Fauzi menegaskan, DPRD Kabupaten Nganjuk melalui Komisi IV akan terus mendukung program-program positif yang dijalankan RSUD Kertosono. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan membutuhkan sinergi antara rumah sakit, pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, hingga pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.

Ia menilai komunikasi dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat agar berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Harapan kami komunikasi dan sinergi harus terus dijaga. Komisi IV akan selalu mendukung dan mensupport kegiatan-kegiatan yang baik dan positif di rumah sakit,” katanya.
Fauzi juga menyampaikan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD pada periode ini berjalan dengan baik. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong berbagai program pembangunan, termasuk di sektor kesehatan.
Menurutnya, program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat harus mendapatkan perhatian dan dukungan bersama sehingga keberadaan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah dapat semakin optimal.
Dalam kesempatan itu, Fauzi juga mengingat kembali proses pembangunan RSUD Kertosono. Ia menyebut dirinya pernah terlibat dalam proses pembangunan rumah sakit tersebut ketika masih berada di Komisi III DPRD Nganjuk yang membidangi pembangunan.
Ia menjelaskan pembangunan RSUD Kertosono merupakan salah satu program besar Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang pembiayaannya dilakukan melalui APBD secara multiyears.

Menurut Fauzi, keberadaan RSUD Kertosono memiliki nilai strategis karena lokasinya berada di kawasan yang dapat menjangkau masyarakat dari sejumlah wilayah. Tidak hanya masyarakat Kabupaten Nganjuk bagian timur, rumah sakit tersebut juga memiliki peluang memberikan pelayanan kepada masyarakat dari wilayah sekitar Kabupaten Kediri dan Jombang.
“Rumah Sakit Kertosono ini strategis. Kita ada segitiga emas, bisa melayani warga Kediri, bisa melayani warga Jombang, bisa melayani warga Kabupaten Nganjuk di wilayah timur,” ujarnya.
Atas dasar itu, ia berharap RSUD Kertosono dapat terus berkembang menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang semakin kuat, baik dari sisi kualitas pelayanan maupun manfaatnya bagi masyarakat.
Fauzi juga mendorong agar keberadaan RSUD Kertosono semakin dioptimalkan dalam sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan akses informasi dan pelayanan yang baik sehingga keberadaan rumah sakit daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menekankan pentingnya komunikasi antara RSUD Kertosono dengan puskesmas serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, terutama berkaitan dengan mekanisme rujukan.
Dengan koordinasi yang semakin baik, pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan dapat memperoleh rujukan secara tepat sesuai kebutuhan medisnya. Hal ini sekaligus dapat memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Nganjuk.
Fauzi berharap RSUD Kertosono dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan tetap mempertahankan program-program positif yang telah berjalan sebelumnya. Menurutnya, kesinambungan program menjadi penting agar perkembangan rumah sakit dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Dengan kekompakan, kerukunan dan komitmen bersama untuk memajukan rumah sakit, insyaallah tidak ada yang berat dengan kebersamaan yang luar biasa,” tuturnya.
Kegiatan CKG dan khitanan gratis yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi salah satu contoh pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Plt Direktur RSUD Kertosono drg. Deny Faizatul Widat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 178 peserta, terdiri atas 170 peserta CKG dan delapan peserta khitanan. Jumlah tersebut juga memiliki makna khusus karena angka 17 merujuk pada tanggal kemerdekaan dan angka 8 merujuk pada bulan Agustus.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan rumah sakit dapat dikembangkan melalui kegiatan promotif dan preventif sekaligus kegiatan sosial.
Ke depan, sinergi antara RSUD Kertosono, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan DPRD diharapkan semakin kuat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai program pelayanan kesehatan dapat disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan secara lebih terarah.
Melalui dukungan lintas sektor tersebut, RSUD Kertosono diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai salah satu fasilitas kesehatan strategis di Kabupaten Nganjuk, sekaligus terus menghadirkan pelayanan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. juk