wartadigital.id
Headline Mataraman

Siswa SMP Mulai Belajar Tatap Muka Terbatas

Pelajar SMP di Kota Madiun saat mengikuti KBM tatap muka terbatas.

TRENGGALEK (wartadigital.id) – Sejumlah lembaga pendidikan di sejumlah daerah di Jawa Timur mulai memutuskan menggelar tatap muka. Di Trenggalek, tercatat ada 84 lembaga sekolah tingkat SMP, mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas khusus untuk kelas IX.

“Ya, kami telah mengajukan nota dinas kepada Bapak Bupati. Alhamdulillah disetujui untuk kelas IX bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, terhitung mulai tanggal 5 April kemarin (Senin) dan berlaku serempak di 84 lembaga,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek Totok Rudijanto, Rabu (7/4/2021).

Dikatakannya, siswa kelas IX sengaja diprioritaskan karena peserta didik di jenjang kelas ini memang sedang masa-masa darurat menghadapi ujian.

Wabup Trenggalek Syah M Natanegara saat meninjau proses kegiatan belajar mengajar secara luring atau tatap muka langsung di ruang kelas SMP Negeri 2 Watulimo, bersama Kepala Disdikpora mengapresiasi, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Semua siswa menggunakan masker, penyediaan sarana cuci tangan, jarak antarbangku siswa hingga hingga tata laksana pembelajaran yang higienis.

“Saya senang melihat protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah dan Kementerian Pendidikan benar-benar dilaksanakan,” ujar Wabup Syah.

Di SMPN 2 Watulimo ini, siswa kelas IX ada empat kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 125 siswa. Namun karena alasan protokol kesehatan, ke depan jumlah kelas “dimekarkan” menjadi tujuh hingga depan kelas di mana setiap kelas hanya akan diisi 16 siswa.

“Nantinya dalam pembelajaran tatap muka ini kita bagi per ruang sebanyak 16 siswa saja,” terang Kepala SMPN 2 Watulimo Dono Widigdo.

Kepala Disdikpora Totok Rudijanto menjelaskan pembelajaran tatap muka berlaku tidak hanya di sekolah negeri, namun juga di SMP swasta. “(Pelaksanaan pembelajaran tatap muka) ini nanti akan kami evaluasi selama satu bulan ke depan. Jika berjalan tidak ada masalah, tidak ada yang terkonfirmasi positif, akan kami lanjut untuk kelas VII dan VIII,” kata Totok.

Dan setelah semuanya berjalan baik, pembelajaran tatap muka akan diberlakukan juga untuk jenjang sekolah dasar. “Kami masih menunggu pendidik dan tenaga pendidik divaksinasi dua kali. Sedangkan untuk SMP semua sudah tervaksinasi dua kali,” katanya.

Di tempat terpisah, Pemkot Madiun juga telah memulai kegiatan belajar tatap muka bagi siswa SMP. Uniknya, aktivitas belajar tatap muka itu tidak dilakukan di sekolah, melainkan ruang terbuka hijau seperti taman kota di Kota Madiun.

“Kegiatan ini dilakukan setelah ada masukan orangtua untuk mengatasi kejenuhan siswa belajar daring,” kata Wali Kota Madiun Maidi saat memantau secara langsung outdoor learning di Taman Bantaran Madiun, Selasa (6/4/2021).

Menurut Maidi, siswa yang mengikuti belajar tatap muka dijemput menggunakan bus sekolah. Kegiatan itu juga dilakukan dengan menerapkan sistem sif. Khusus untuk Taman Kota Bantaran yang berada di pinggir Sungai Bengawan Madiun diikuti puluhan siswa dari tiga SMP di Kota Madiun.

Mata pelajaran yang diberikan saat itu adalah Bahasa Indonesa dan Sejarah. Sementara bagi siswa baru, mereka menjalani masa orientasi dengan mengikuti senam pagi bersama.  Maidi menambahkan, sekolah tatap muka di ruang terbuka dengan protokol kesehatan ketat akan menjadikan siswa kembali segar setelah berkumpul dengan teman-temanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati mengatakan, outdoor learning sementara ini hanya diikuti siswa jenjang SMP di 14 lokasi di antaranya, Bantaran, Ngrowo Bening, Taman Kelir, Perhutani, SunCity, Taman Hutan Kota, GOR dan Lapangan Gulun. Sementara untuk siswa sekolah dasar (SD) nantinya dilakukan secara bertahap. yus, ara, kcm

Related posts

Lantik Bupati Tuban, Gubernur Khofifah Instruksikan Genjot Vaksinasi dan Perkuat PPKM

redaksiWD

PPKM Level 4 Berlanjut hingga 2 Agustus

redaksiWD

Atasi Dampak Limbah Medis, ITS Gagas Sarung Tangan Lateks Ramah Lingkungan

redaksiWD