Tarik Rp 13 Triliun, Tunjukkan Ketidakpercayaan Muhammadiyah ke Erick Thohir

Muhammadiyah menunjukkan ketidakpercayaan terhadap BSI.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Muhammadiyah dinilai tengah menunjukkan ketidakpercayaannya terhadap kinerja Menteri BUMN Erick Thohir, ditunjukkan lewat penarikan dana Rp 13 triliun milik ormas Keagamaan terbesar kedua itu.

Bacaan Lainnya

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto, mengatakan Muhammadiyah menunjukkan ketidakpercayaan terhadap BSI. “BSI merupakan merger 3 bank syariah, PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Kebijakan merger dilakukan sejak masa awal Menteri BUMN Erick Thohir menjabat,” kata Hari, Minggu (9/6/2024).

Dia menilai, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas agama yang ikut terlibat atas keberadaan BSI tidak mau berisiko dengan dana besar yang masuk ke BSI. “Ini bargaining Muhammadiyah atas ketidakpercayaan terhadap kinerja Menteri BUMN Erick Thohir, karena ada beberapa BUMN yang merugi. Dan Muhammadiyah tidak mau kehilangan kepercayaan dari umat atas pengelolaan uang yang dimasukkan ke BSI,” pungkas Hari.

Sebelumnya Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkan akan menarik dana simpanan dan pembiayaan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI ke sejumlah bank syariah swasta.

Pengumuman pemindahan dana ini tertuang dalam sebuah memo dari Muhammadiyah dengan nomor 320/I.0/A/2024 tentang konsolidasi dana. Dalam memo tertanggal 30 Mei 2024 itu, PP Muhammadiyah menyatakan akan mengalihkan dana itu ke sejumlah bank yang selama ini bekerja sama dengan Muhammadiyah.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil konsolidasi keuangan PP Muhammadiyah dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Yogyakarta pada 26 Mei 2024. “Dengan ini kami minta dilakukan rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan di BSI dengan pengalihan ke Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, bank-bank syariah daerah, dan bank-bank lain yang selama ini bekerja sama baik dengan Muhammadiyah,” demikian tertulis dalam memo tersebut.

Adapun memo tersebut ditujukan kepada seluruh lembaga amal usaha Muhammadiyah. Mulai dari Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum PP Muhammadiyah, pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, pimpinan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah, hingga pimpinan Badan Usaha Milik Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

PP Muhammadiyah akhirnya buka suara terkait rencana penarikan dana simpanannya di Muhammadiyah.  Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, Muhammadiyah terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap keuangannya.

Tujuannya agar Muhammadiyah bisa berkontribusi bagi terciptanya persaingan yang sehat di antara perbankan syariah Indonesia. Terutama, bank syariah yang memiliki hubungan dengan Muhammadiyah.

Untuk itu, kata Anwar, Muhammadiyah merasa perlu menata banyak hal tentang dana yang dikelolanya. Ini termasuk soal penempatan dana dan pembiayaan yang diterima Muhammadiyah dari BSI.

“Fakta yang ada menunjukkan bahwa penempatan dana Muhammadiyah terlalu banyak berada di BSI, sehingga secara bisnis dapat menimbulkan risiko konsentrasi (concentration risk),” kata Anwar. rmo, ins

Pos terkait