wartadigital.id
Ekbis Headline

Terus Kembangkan Layanan Digital, Bank Maspion Konsisten Terapkan Strategi Community Business Model

Jajaran direksi foto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Maspion Indonesia Tbk, Selasa (31/8/2021).

 

SURABAYA (wartadigital.id) –  Sepanjang 2020 pertumbuhan positif kinerja Bank Maspion  tak lepas dari penerapan strategi Community Business Model serta kelanjutan program penciptaan 1 juta UMKM melalui Program Tabungan DASYATT .

Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim mengatakan pihaknya akan terus melanjutkan strategi pengembangan Community Business Model dan semakin fokus kepada sektor-sektor prospektif dengan target pasar komunitas yang senantiasa berupaya mengembangkan produk dan layanan perbankan digital.

“Strategi ini kami harapkan membawa pengaruh  terhadap kinerja dan peningkatan layanan yang lebih optimal,” katanya dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Maspion Indonesia Tbk, Selasa (31/8/2021).

Dijelaskan Herman Halim, pengembangan ini telah membuahkan hasil. Indikasi ini terlihat pada peningkatan jumlah rekening bank pada 2020 . Posisi per akhir 2020, jumlah rekening tabungan DASYATT mencapai 408 rekening, naik 117% jika dibandingkan posisi akhir 2019 dengan 188 rekening. Untuk jumlah gerai UMKM pada 2020 naik 173% dari 134 gerai UMKM menjadi 366 gerai UMKM. Sedangkan total nasabah komunitas juga naik 27% dari 81 komunitas pada 2019 menjadi 103 komunitas pada akhir 2020 yang terdiri dari berbagai institusi, antara lain sekolah, universitas, rumah sakit, perusahaan, pesantren dan lainnya.

“Ke depan akuisisi nasabah komunitas maupun nasabah UMKM akan terus menjadi fokus bank dalam meningkatkan CASA maupun jumlah nasabah. Kami juga melanjutkan program tabungan DASYATT bagi nasabah komunitas yang ingin menjadi pengusaha UMKM melalui kesempatan menjadi sub distributor produk-produk Maspion Group,” katanya.

Sementara itu guna mendukung pengembangan Community Business Model, Bank Maspion akan fokus pada pengembangan layanan digital karena adanya tiga pendorong utama, yakni perubahan perilaku masyarakat (consumer behavior shifting), meningkatnya cashless payment dan untuk mendukung go digital bagi nasabah UMKM dan Community.

Herman Halim menjelaskan untuk consumen behavior shifting sudah tiga tahun terakhir penggunaan digital banking channel di Indonesia mengalami pertumbuhan dua kali lebih cepat dari negara-negara berkembang Asia lainnya. Pandemi Covid-19 makin memacu terjadinya shifting pada consumen behavior di Indonesa, terlihat sejak September 2020 sebesar 60% konsumen beralih ke digital dan hasil survei menunjukkan bahwa konsumen akan tetap menggunakan digital channel pasca Covid-19.

Shifting pada consumer behavior ini juga tercermin pada data Kementerian Koperasi dan UKM yang mencatat bahwa sejak pandemi Covid-19 penjualan  e-commerce naik hingga 26% atau mencapai 3,1 juta transaksi per hari.

Pandemi, lanjut Herman Halim,  juga telah membuat perubahan-perubahan pola pembayaran di masyarakat dan hal itu tercermin dari meningkatnya penggunaan kartu untuk transaki pembayaran serta melonjaknya pembayaran transaksi e-money di Indonesia.

“Memperhatikan meningkatnya cashless payment serta tingginya pangsa pasar UMKN di Indonesia, serta sejalan dengan program bank untuk menciptakan 1 juta UMKM maupun implementasi community business model, maka pengembangan teknologi digital  akan terus kami lakukan untuk mewujudkan go digital bagi nasabah UMKM dan community Bank Maspion,” katanya.

Dijelaskan Herman Halim saat ini Bank Maspion telah memiliki layanan berupa MEB (Maspion Electronic Banking) dan MAVA (Maspion Virtual Account) dan ke depannya dalam pengembangan digital banking Bank Maspion berharap dapat membantu menghubungkan antar komunitas.

Ke depan pihaknya juga berharap aktivitas dan transaksi dapat dilakukan melalui gadget. Seiring kondisi ini, maka ke depan pembukaan cabang baru akan dilakukan secara selektif karena semua transaki dapat dilakukan dengan berbagai layanan digital sehingga nasabah tidak perlu lagi datang ke bank untuk melakukan pembukaan rekening maupun untuk transaksi perbankan.

Untuk diketahui kinerja Bank Maspion di tengah hantaman pandemi Covid-19 mencatatkan pertumbuhan positif. Aset Bank Maspion naik 33,57% secara year on year dari Rp 7,57 triliun menjadi Rp 10,11 triliun. Kenaikan aset bank di tahun 2020 itu karena meningkatnya jumlah penyaluran kredit dari Rp 5,46 triliun menjadi Rp 6,90 triliun atau naik 26,35%.

Berdasarkan jenis penggunaan realisasi penyaluran kredit masih sesuai dengan kebijakan bank untuk fokus pada pembiayaan sektor-sektor produktif. Kontribusi portofolio kredit modal kerja mendominasi penyaluran, sebesar 74,11%, kemudian kredit investasi sebesar 22,74% dan kredit konsumsi sebesar 3,15%.

Rinciannya kredit investasi naik dari 40,98% dari Rp 1,14 triliun menjadi Rp 1,61 triliun, sementara kredit model kerja naik 24,82% year on year dari Rp 4,06 triliun menjadi Rp 5,07 triliun. Sedangkan kredit konsumsi mengalami penurunan dari Rp 256 miliar menjadi Rp 219 miliar.

Perseroan juga masih mampu mempertahankan kinerja di tahun 2020 dengan tetap membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 89.555 juta dan laba tahun berjalan sebesar Rp 66.986 juta dengan Return On Asset (ROA) sebesar 1,09% dan Return On Equity (ROE) sebesar 5,52% serta rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar Rp 16,53%. ttw

Related posts

Penyekatan Perbatasan Jatim-Jateng Diperpanjang

redaksiWD

Teken Nota Kesepakatan KUA PPAS P-APBD 2021, Pemprov Jatim Prioritaskan Tiga Hal

redaksiWD

Walikota Eri Cahyadi Ajak PKB Bersinergi Bangun Surabaya

redaksiWD