wartadigital.id
Sidoarjo

Tingkatkan SDM BPD Sukodono melalui Pendidikan Politik dan Hukum

Foto bersama peserta kegiatan Sosialisasi Pentingnya Politik dan Hukum BPD dalam Menjalankan Tugas dan Fungsinya di Luminor Hotel Sidoarjo, Sabtu (18/5/2024).

 

SIDOARJO (wartadigital.id) – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Sidoarjo menggelar bimbingan teknis khusus terkait politik dan hukum bagi seluruh anggota BPD Kecamatan Sukodono. Sebanyak 123 BPD Kecamatan Sukodono langsung mendapatkan pendidikan politik dan hukum dari staf Ahli DPRD Provinsi Jawa Timur Dr Rusdianto Sesung SH,MH.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Anik Maslachah MSi menegaskan pentingnya menggelar sosialisasi pendidikan politik dan hukum bagi para BPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Tujuan dari kegiatan ini tidak lain agar terwujud desa yang maju dari kerjasama yang apik dan kompak antara kepala desa dengan BPD, ” terang Anik di sela-sela kegiatan Sosialisasi Pentingnya Politik dan Hukum BPD dalam Menjalankan Tugas dan Fungsinya di Luminor Hotel Sidoarjo, Sabtu (18/5/2024).

Anik menjelaskan saat ini, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur luar biasa, di atas rata-rata nasional. Tetapi kemiskinan Jawa Timur masih di atas rata – rata nasional. Maka butuh eksplorasi potensi dari desa. Desa mandiri di Jawa Timur sudah ada 500 lebih desa, dari 805 desa di Jawa Timur dan itu tertinggi nasional. Maka mitra kerja kepala desa adalah BPD oleh karena itu BPD harus ada peningkatan kapasitas. Forum inilah yang menjadi salah satu fasilitas untuk bisa melakukan up grading kapasitas terkait tupoksinya BPD. “Sehingga besar harapan kepala desa oke, BPD oke tentu desa makin tumbuh dan berkembang dengan baik, ” paparnya.

Disinggung mengenai insentif BPD yang sangat minim, Anik menyampaikan Sidoarjo tahun ini sudah ada insentif RT dan itu juga penting karena pelayan dasar adalah RT dan RW. Namun BPD ini DPR nya desa maka perlu ada perimbangan yang cukup. Saat ini insentif anggota BPD Rp 600 ribu, sedangkan ketua BPD Rp 900 ribu.

“Tentu kita lihat potensi fiskal daerah. Bagi kami Sidoarjo cukuplah jika insentif BPD ada peningkatan, karena angka itu mulai tahun 2018 kurang lebih sudah 6 tahun sehingga perlu peningkatan.Saya mengusulkan agar kerja BPD semakin smart maka perlulah gizi BPD diperbaiki melalui insentif,” tegas Anik.

Sementara itu, Ketua Forum BPD Kabupaten Sidoarjo Sigit Setiawan menyampaikan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini pihaknya sangat berharap dapat meningkatkan kualitas BPD yang ada di setiap desa. Kalau semua itu bisa terpenuhi maka akan berpengaruh positif terhadap pembangunan desa, apalagi adanya UU Nomor 3 Tahun 2024 perubahan kedua itu sangat mengakomodir kepentingan BPD yang mana sekarang BPD mendapatkan fasilitas tunjangan kesehatan dan tunjangan ketenagakerjaan.

“Selain itu dengan adanya pelatihan ini kami sangat berharap BPD dan kepala desa bisa berhubungan secara harmonis dan bermitra sesuai dengan tupoksinya masing – masing agar tidak saling tumpang tindih namun saling mendukung terhadap apa yang dilakukan oleh dua lembaga ini,” ungkap Sigit.

Sigit juga menyampaikan kegiatan sosialisasi ini akan kita lakukan secara bergantian dari 18 kecamatan di Sidoarjo. Terkait materi bimtek tergantung keinginan masing-masing kecamatan sesuai dengan masalah yang sering timbul di desa.

“Kebetulan di Kecamatan Sukodono ini yang dibutuhkan adalah politik dan hukum maka materinya seputar ini. Namun mungkin di kecamatan lain kebutuhan beda lagi. Maka kami pun akan membuat materi bimtek sesuai dengan kebutuhan BPD kecamatan peserta bimtek, ” tandasnya. sis

 

Related posts

Pencegahan Stunting Masih Menjadi Perhatian Khusus

redaksiWD

Kapolsek Porong Turun Langsung Cek Dua Desa Diterjang Angin Kencang

redaksiWD

YJI Sidoarjo Peringati Hari Kesehatan Jantung Sedunia dengan Gelar Edukasi ke Masyarakat

redaksiWD