wartadigital.id
Headline Malang Raya

TP PKK dan BKKBN Sepakat Sinergi untuk Percepatan Penurunan Angka Stunting di Jatim

Wagub Emil Elestianto Dardak membuka Rapat Koordinasi TP PKK Provinsi Jawa Timur bertema Pemantapan Program untuk Keberhasilan Rencana Induk Gerakan PKK 2021-2024, Rabu (16/11/2022).

 

BATU (wartadigital.id) – Rapat Koordinasi TP PKK Provinsi Jawa Timur bertema Pemantapan Program untuk Keberhasilan Rencana Induk Gerakan PKK 2021-2024 dibuka oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra Maria Ernawati MM turut hadir dalam kegiatan ini, mengingat program Bangga Kencana sudah bersinergi sangat baik dengan Rencana Induk Gerakan PKK terutama dalam aksi percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

Kegiatan yang digelar pada 15-16 November 2022 ini juga dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Koordinator TP-PKK Bakorwil I-V, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan mitra kerja.

Saat penyambutan di awal acara, Arumi sapaan akrab Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, menyebutkan bahwa PKK telah bersinergi dengan lintas sektor, terutama pelaksanaan program bersama dengan BKKBN Jatim serta melalui Pokja II TP PKK Provinsi Jawa Timur telah membuat Buku Aku Anak Sehat & Kuat dalam mendukung Gerakan Literasi yang dicanangkan dalam kegiatan ini.

“Kolaborasi kita dengan BKKBN Jatim yaitu, kita sudah punya Sekolah Orangtua Hebat (SOTH). Di sekolah ini, kami mengambil 12 modul di BKB di Posyandu. Respon dari masyarakat cukup baik dan yang saya suka dari sekolah ini adalah keterlibatan bapak dalam beberapa pertemuan sehingga orangtua memahami pengasuhan anak dengan baik,” ungkap Arumi, Rabu (16/11/2022).

Sementara itu Emil menilai Rakor TP PKK ini manfaatnya luar biasa terutama dalam menjawab tantangan pernikahan anak sebagai akar permasalahan stunting, AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Anak).

“Tantangan untuk mencegah pernikahan anak ini bermacam-macam di setiap wilayah, sehingga kita perlu punya strategi dengan kearifan lokal. Perlu peran dari Ibu-ibu PKK di sini ya karena yang paling mengenal wilayah masing-masing ya ibu-ibu ini sendiri,” ungkap Emil.

Strategi pencegahan pernikahan anak tersebut, walaupun berdasarkan kearifan lokal menurut Emil harusnya juga berbasis data. Oleh karena itu, kita semua bisa mengacu data pendataan keluarga yang dimiliki oleh BKKBN karena sudah berbasis by name by address.

“Dalam upaya penurunan stunting, BKKBN ini sudah memiliki data berbasis rumah, berbasis keluarga. Data seperti ini sangat penting, bahkan kementerian lain seperti PU menggunakan data PK, sudah ada aturannya,” tutup Emil. sis

Related posts

HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Kapolresta Sidoarjo Berikan Penghargaan Anggota

redaksiWD

Pelajar SMP yang Hafal Kitab Suci Bisa Daftar PPDB Jalur Prestasi

redaksiWD

Khofifah Terima Penghargaan Kepala Daerah Peduli Perumahan Rakyat

redaksiWD