
Evakuasi terhadap korban ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo terus dilakukan.
SIDOARJO (wartadigital.id) – Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan evakuasi terhadap korban ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo. Berdasarkan catatan Tim SAR, korban akibat musibah itu berjumlah 120 orang.
Adapun musala tersebut ambruk pada Senin, 29 September 2025, ketika para santri tengah menunaikan Salat Asar. Upaya pencarian hingga hari ini Sabtu (4/10/2025) masih terus dilakukan. “Evakuasi jenazah korban ke 28 atau korban ke 119 dari total keseluruhan oleh tim SAR gabungan dari sektor A2 pada Sabtu (4/10) pukul 14.35 WIB,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit.
Korban ke-28 ini langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan proses identifikasi. “Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh DVI Polda Jatim. Hingga saat ini total korban meninggal menjadi 15 orang,” sambungnya.
Pada hari yang sama, Tim SAR gabungan juga mengevakuasi satu korban meninggal dunia lagi, yang ditemukan sekira pukul 16.15 WIB. Dengan begitu total korban yang meninggal dunia berjumlah 16 orang. “Pada pukul 16.15 WIB satu jenazah, korban ke-29, kembali ditemukan dan dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya,” sambungnya.
Logistik dan Peralatan Evakuasi Korban
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Satgas Gabungan terus melanjutkan penanganan darurat pasca insiden ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, ketersediaan logistik dan peralatan di lokasi terus dipenuhi. Dukungan berupa makanan siap saji, air bersih, perlengkapan SAR, hingga kebutuhan kesehatan disalurkan sesuai kebutuhan lapangan baik bagi keluarga korban maupun seluruh personel yang bertugas. Segenap relawan turut berdatangan membuka pos-pos makanan secara bergantian. Hal ini tentunya menjadi sumbangsih positif bagi seluruh keluarga korban maupun personel yang terlibat.“Jangan semua kebutuhan ini terabaikan. Ini menjadi satu bagian dari operasi secara keseluruhan dalam penanggulangan bencana,” ujar Suharyanto, Sabtu (4/10/2025).
Dia mengapresiasi seluruh tim yang terlibat dalam upaya percepatan penanganan darurat insiden musala Al Khoziny. Seluruh aspek yang menjadi prioritas dalam penanganan ini semakin menunjukkan hasil yang positif, mulai dari operasi SAR hingga pemenuhan hak bagi keluarga korban. “Penanganan darurat ini bukan hanya tentang pencarian korban, tetapi juga memastikan keluarga mendapatkan pendampingan dan hak mereka terpenuhi. Semua unsur bekerja bersama-sama tanpa mengenal lelah,” katanya. sin





