
NGANJUK (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Kesehatan bersama Perhati-KL (Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia) Cabang Jawa Timur Utara, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, serta Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya menggelar kegiatan Workshop Pemeriksaan Sederhana Telinga Bagian Luar dan Bakti Sosial Bersih-Bersih Telinga, yang dilaksanakan di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk, Sabtu (11/10/2025).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi antara tenaga medis, akademisi, dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Nganjuk.
“Pemerintah Kabupaten Nganjuk sangat mendukung kegiatan ini karena kesehatan merupakan modal utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Perhatian terhadap kesehatan indera pendengaran, seperti melalui kegiatan pemeriksaan telinga ini, merupakan langkah nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Trihandy.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, kasus otitis eksterna dan serumen obturans menjadi dua gangguan THT yang paling banyak ditemui di wilayah tersebut. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dasar yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara dunia akademik, profesional medis, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
“Mari bersama-sama kita jadikan Nganjuk sebagai kabupaten yang sehat, produktif, dan bahagia,” tuturnya.
Acara ini diikuti oleh para dokter umum peserta workshop yang mendapatkan pembekalan langsung dari dokter spesialis THT-KL. Selain pelatihan, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan dan pembersihan telinga gratis bagi masyarakat Nganjuk.
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy secara resmi membuka kegiatan Workshop Pemeriksaan Sederhana Telinga Bagian Luar dan Bakti Sosial Bersih-Bersih Telinga Tahun 2025. Ia berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, dalam laporannya menyampaikan bahwa gangguan pendengaran masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data, sekitar 1,7 persen dari total populasi mengalami gangguan pendengaran, atau sekitar 4 dari setiap 100 orang.
“Untuk anak-anak di Indonesia, prevalensi disabilitas pendengaran pada usia di atas satu tahun mencapai 0,4 persen, dengan proporsi penggunaan alat bantu dengar sebesar 4,1 persen. Secara global, sekitar 5 persen populasi dunia atau 430 juta orang memerlukan rehabilitasi pendengaran,” kata dr. Tien.
Ia menambahkan, di Kabupaten Nganjuk, dalam kurun waktu 2023 hingga triwulan ketiga tahun 2025, tercatat 1.437 kasus serumen obturans sebagai gangguan pendengaran terbanyak, diikuti dengan kasus-kasus lain seperti tuli akibat kebisingan. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan para pemerhati untuk meningkatkan kesadaran serta layanan pemeriksaan telinga di masyarakat.
“Workshop dan bakti sosial ini sangat bermanfaat karena menjadi wadah edukasi sekaligus deteksi dini terhadap gangguan pendengaran. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkap dr. Tien. juk




