wartadigital.id
Manca

Wisudawan Harvard Walkout, Kecam Respons Universitas atas Aksi Bela Gaza

EPA
Shruthi Kumar memberikan pidato berbahasa Inggris di Universitas Harvard.

 

WASHINGTON (wartadigital.id) – Ratusan wisudawan melakukan walkout saat upacara wisuda Universitas Harvard setelah kampus tersebut mengumumkan 13 mahasiswanya tidak akan menerima ijazah karena ikut serta dalam aksi protes musim semi ini.

Harvard telah lama mendapat sorotan atas penanganan buruknya terhadap perdebatan demokratis di kampus seputar perang antara Israel dan Hamas. Tak hanya itu, seorang wisudawan Universitas Harvard melontarkan kata-kata yang keluar dari naskah pidato saat upacara wisuda di kampus tersebut.

Dia mengecam Harvard atas perlakuan universitas tersebut terhadap para mahasiswa yang memprotes genosida yang dilakukan Israel di Gaza. “Saat saya berdiri di sini hari ini, saya harus meluangkan waktu untuk memberi penghargaan kepada rekan-rekan saya, 13 mahasiswa sarjana pada angkatan 2024 yang tidak akan lulus hari ini,” ungkap mahasiswa Shruthi Kumar, yang terpilih menyampaikan pidato pembukaan dengan bahasa Inggris untuk kelas sarjana dikutip, Minggu (26/5/2024).

Pemikiran Kumar mendapat dukungan luas dari mahasiswa Harvard lainnya. Lebih dari 1.000 wisudawan keluar dari upacara tersebut sebagai bagian dari aksi protes. Banyak dari mereka mengibarkan bendera atau spanduk Palestina yang menyerukan diakhirinya genosida.

Pernyataan yang di luar naskah pidato tersebut muncul ketika 13 mahasiswa pro Palestina dilarang lulus karena keterlibatan mereka dalam aksi bela Gaza di kampus. Harvard Crimson melaporkan, mayoritas mahasiswa Fakultas Seni dan Sains universitas tersebut telah memberikan suara agar para mahasiswa tersebut diberikan gelar mereka.

Pidato asli Kumar sebelumnya adalah tentang Kekuatan Tidak Mengetahui, yang mendorong para wisudawan menerima ketidakpastian saat mereka beralih dari kampus, menurut Harvard Gazette. Namun pada upacara wisuda Kamis pagi, Kumar menyampaikan pernyataan di luar naskah yang sebagian besar berfokus pada hukuman Harvard terhadap para mahasiswa yang melakukan protes dan sensor secara keseluruhan. “Saya sangat kecewa dengan intoleransi terhadap kebebasan berpendapat dan hak pembangkangan sipil di kampus. Para siswa telah berbicara. Fakultas telah berbicara. Harvard, apakah Anda mendengar kami?” katanya.

Pembicara utama pada acara wisuda tersebut juga membahas perlakuan Harvard terhadap aktivis mahasiswa pro Palestina. Sementara Maria Ressa, peraih hadiah Nobel Perdamaian dan jurnalis, memperingatkan Harvard untuk tidak membungkam mahasiswa yang melakukan protes. “Harvard, kamu sedang diuji,” tegas Ressa.

“Protes kampus menguji semua orang di Amerika. Protes memberikan suara, mereka tidak boleh dibungkam,” ujar dia.

Pernyataan Kumar dan Ressa menggarisbawahi ketegangan di Harvard dan universitas lain setelah tindakan keras terhadap mahasiswa pengunjuk rasa pro Palestina. Demonstrasi mahasiswa pro Palestina di Universitas Michigan di Ann Arbor dibubarkan paksa oleh polisi. sin

Related posts

Kasus Covid-19 di Malaysia Melonjak, Tingkat Penggunaan ICU Lebih 70 %

redaksiWD

Tengah Jalani Perawatan Kanker, Kate Middleton Tampil Pertama Kali di Publik 

redaksiWD

Suhu Politik Filipina Memanas, Duterte Ancam Gulingkan Presiden Ferdinand Marcos Jr

redaksiWD