
WASHINGTON (wartadigital.id) – Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) telah merevisi kekuatan gempa bumi, yang melanda lepas pantai timur jauh Rusia pada Rabu (30/7/2025) pukul 06.24 WIB menjadi bermagnitudo 8,8 .
Kekuatan gempa bumi awalnya dilaporkan sebesar M 8,0 dan kemudian direvisi naik menjadi M 8,7. Beberapa gempa susulan berkekuatan M 6,9 telah tercatat. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan dan mobil-mobil bergoyang di jalan-jalan di kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Rusia. Wilayah itu juga mengalami pemadaman listrik dan gangguan layanan telepon seluler.
Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, beberapa orang mencari pertolongan medis di Kamchatka setelah gempa bumi, tetapi tidak ada korban luka serius yang dilaporkan. Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami China menyatakan gelombang setinggi antara 30 sentimeter dan satu meter (11,8 inci dan 3,2 kaki) diperkirakan akan menghantam sebagian pesisir timur negara itu. “Berdasarkan hasil peringatan dan analisis terbaru, Pusat Penasihat Tsunami Kementerian Sumber Daya Nasional telah menetapkan bahwa gempa bumi tersebut telah memicu tsunami, yang diperkirakan akan menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah pesisir China,” ungkap pusat tersebut.
Angkatan Laut Peru telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir negara itu. “Setelah analisis dan evaluasi oleh Pusat Peringatan Tsunami Nasional, telah ditetapkan peristiwa ini menimbulkan peringatan tsunami untuk pesisir Peru,” ujar Direktorat Hidrografi dan Navigasi Angkatan Laut Peru. “Situasi akan terus dipantau,” pungkas pernyataan tersebut. sin




