CESGS Unair Sukses Raih Pendanaan PUI-PT Kemendikti Saintek

Pemimpin CESGS Prof Iman Harymawan

SURABAYA (wartadigital.id)  – Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (Unair) meraih bantuan Pendanaan Program Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perguruan Tinggi (PUI-PT) Tahun Anggaran 2025.

CESGS Unair mendapatkan pendanaan tersebut dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Penghargaan ini menjadi langkah penting untuk mendukung visi dan misi CESGS. Antara lain untuk mendukung terwujudnya keberlanjutan di sektor bisnis Indonesia pada 2030 dan menjadi Regional Top-of-Mind ESG Center.

Bacaan Lainnya

“Penghargaan ini memperkuat posisi CESGS sebagai pusat riset yang menghubungkan praktik ESG dengan strategi bisnis nasional. Kami berharap riset kami dapat memberikan dampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia,” ujar Pemimpin CESGS Prof Iman Harymawan yang  juga merupakan Guru Besar Unair bidang Sustainability Accounting and Governance, Senin (15/9/2025).

Isu keberlanjutan kini semakin penting dalam dunia bisnis. Konsep ESG (Environmental, Social, Governance) menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan, baik global maupun di Indonesia. Namun, masih ada kesalahpahaman di kalangan perusahaan bahwa ESG hanya akan menambah biaya tanpa memberikan manfaat.

Berdasarkan data dari CESGS Intelligent, hanya 2% perusahaan terbuka di Indonesia yang mengadopsi Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) pada 2023. Hal tersebut menunjukkan adanya ketertinggalan dalam mengintegrasikan ESG dengan strategi bisnis jangka panjang. Jika terus berlanjut, Indonesia akan tertinggal jauh dalam pencapaian tujuan keberlanjutan global.

Salah satu tantangan utama Indonesia adalah kurangnya pusat riset yang fokus pada bidang ESG. Dari 73 PUI-PT aktif di Indonesia, tidak ada yang fokus pada topik ESG. Hal ini bertolak belakang dengan Asta Cita Indonesia, yang bertujuan untuk memperkuat kemandirian bangsa serta memajukan ekonomi hijau dan biru. Oleh karena itu, CESGS hadir untuk mengisi kekosongan ini dengan peran yang sangat strategis.

Sejak berdiri pada 2020, CESGS berkomitmen menjadi pusat riset yang menghubungkan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola dengan kinerja keuangan perusahaan. Selama lima tahun, CESGS telah mempublikasikan 398 artikel terindeks Scopus, dengan 84,2%. Di antaranya di jurnal Q1-Q2. CESGS juga dipercaya sebagai konsultan ahli oleh Asian Development Bank, UNDP, dan perusahaan besar seperti Indosat, Astra International, serta PLN (Persero).

Fokus riset CESGS pada 2020-2022 berpusat pada pelaksanaan, tata kelola, dampak, dan pelaporan ESG. Lalu riset beralih ke praktik dan penilaian ESG berdasarkan standar dan lembaga pemeringkatan internasional di 2023 sampai 2024. Pada fase transformasi ESG (2025-2026), riset CESGS akan menghubungkan kondisi dan risiko iklim dengan keuangan perusahaan secara sistemik. Periode 2026-2027, riset berfokus pada hubungan antara biodiversitas dan keuangan. Sedangkan pada 2028-2030, riset akan mengukur ketimpangan sosial dan dampaknya terhadap kinerja finansial perusahaan.

Sebagai PUI-PT, CESGS berkomitmen untuk mengembangkan riset ESG yang tidak hanya relevan secara global, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi Indonesia. Prof Iman mengungkapkan bahwa CESGS akan berkomitmen memperkuat peranan dalam riset ESG untuk mendukung sektor bisnis Indonesia menuju keberlanjutan jangka panjang.

“Kami berharap penelitian dan inovasi tersebut dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat Indonesia,” ujar Senior Fellow di National University of Singapore itu.

Dengan bantuan pendanaan ini, CESGS berharap dapat memperkuat kapasitas riset dan inovasi dalam bidang ESG di Indonesia. Serta akan membantu sektor bisnis dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam model bisnis mereka. CESGS bertekad untuk terus mengedukasi dan memfasilitasi perusahaan di Indonesia agar lebih siap dalam menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks. nti

Pos terkait