Efek Konflik Timur Tengah, OJK Sebut Stabilitas Keuangan Domestik Tetap Terjaga

Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

SURABAYA (wartadigital.id) – Situasi dan kondisi global meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, berdampak pada terganggunya distribusi energi, termasuk jalur strategis Selat Hormuz yang dibatasi.

Dalam kaitan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Bacaan Lainnya

Dari hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK per 1 April 2026, tekanan global yang meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah harus segera disikapi. Karena mondisi tersebut memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Di sisi lain, inflasi di negara maju, khususnya Amerika Serikat, masih berada pada level tinggi disertai peningkatan tingkat pengangguran, sehingga memersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter.

Ekspektasi pasar bahkan mengarah pada terbatasnya peluang penurunan suku bunga sepanjang Tahun 2026 oleh bank sentral Amerika Serikat.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok menunjukkan kinerja di atas ekspektasi dengan dukungan stimulus sektor keuangan, meski tetap melakukan penyesuaian target pertumbuhan ekonomi.

Di dalam negeri, kondisi ekonomi Indonesia tercatat masih solid. Inflasi inti pada Maret 2026 mengalami penurunan, mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

Sedangkan dari sisi konsumsi, penjualan ritel diperkirakan tumbuh sebesar 6,89 persen secara tahunan. Selain itu, penjualan kendaraan bermotor juga tetap menunjukkan kinerja yang stabil.

Aktivitas ekonomi domestik secara umum masih tumbuh positif meskipun mengalami moderasi di beberapa sektor.

Ketahanan eksternal Indonesia juga tetap kuat dengan dukungan cadangan devisa yang memadai serta neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.

OJK menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta memerkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah berbagai risiko yang masih terus membayangi. edt, *

Pos terkait