Dosen Universitas Sunan Gresik Hadirkan Solusi Ergonomis untuk Mendukung Kerja Sehat di Desa Payaman

Praktik penerapan kursi ergonomi dan peregangan di sela-sela bekerja oleh Achmad Sakhowi Al Awwariij SKM, MKKK.

LAMONGAN (wartadigital.id) – Dosen Universitas Sunan Gresik melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program bertajuk “TANGKAS: Tata Alat Nyaman Gerakan Kerja Aman dan Sehat” yang ditujukan kepada para pekerja anyaman bambu di Desa Payaman, Kabupaten Lamongan. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja masyarakat sektor informal.

Sambutan oleh pemateri, Achmad Sakhowi Al Awwariij SKM, MKKK.

Kegiatan ini berfokus pada penerapan ergonomic work posture atau postur kerja ergonomis guna mengurangi keluhan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja anyaman bambu. Ketua kegiatan PkM, Ulfiatul Azizah SKM, MKes menjelaskan berdasarkan hasil identifikasi lapangan, banyak pekerja mengalami pegal pada punggung, nyeri leher, nyeri tangan, hingga cepat lelah akibat posisi duduk yang tidak ergonomis serta penggunaan alat kerja sederhana yang kurang nyaman.

Bacaan Lainnya

“Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, tim dosen memberikan penyuluhan mengenai pentingnya ergonomi dalam aktivitas kerja sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan kursi ergonomis, posisi duduk yang benar, pemilihan pisau kerja yang nyaman, pentingnya peregangan berkala, hingga pengaturan pola dan lingkungan kerja yang sehat,” kata Ulfiatul Azizah dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).

Penyerahan kursi dan irat / pisau ergonomi kepada pekerja penganyam bambu oleh Achmad Sakhowi Al Awwariij SKM, MKKK (kanan) dan Ulfiatul Azizah SKM, MKes (kiri).

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman bahwa pekerjaan seharusnya menyesuaikan dengan kondisi tubuh manusia, bukan sebaliknya. Salah satu pemateri adalah Achmad Sakhowi Al Awwariij SKM, MKKK. Dia menjelaskan penerapan ergonomi diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif bagi pekerja anyaman bambu. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan praktik “90-90-90” dalam posisi duduk ergonomis untuk mengurangi risiko gangguan pada tulang belakang dan otot.

Tim pengabdian juga menjelaskan dampak jangka pendek dan jangka panjang dari penggunaan kursi dan alat kerja yang tidak ergonomis, seperti sakit punggung berkepanjangan, skoliosis, saraf terjepit, hingga penurunan produktivitas kerja secara permanen. “Oleh karena itu, program TANGKAS hadir sebagai bentuk upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan pekerja sektor informal,” kata Sakhowi yang juga Ketua Program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)  didampingi dosen lainnya, Afina Puspita  Zari SKM, MKes dari Prodi Informatika Kesehatan.

Foto bersama pekerja penganyam bambu dalam acara pengabdian masyarakat Universitas Sunan Gresik,

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pekerja aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai keluhan yang dirasakan selama bekerja. Mereka juga mengikuti praktik langsung mengenai cara duduk yang benar, teknik peregangan sederhana, serta cara memilih alat kerja yang lebih aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Melalui program TANGKAS, diharapkan para pekerja anyaman bambu mampu menerapkan prinsip ergonomi secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari sehingga kesehatan kerja tetap terjaga, produktivitas meningkat, dan risiko cedera kerja dapat diminimalkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Sunan Gresik dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pekerja melalui edukasi dan pemberdayaan berbasis keselamatan dan kesehatan kerja. nti

Pos terkait