
MADIUN (wartadigital.id) –
Memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun sekaligus Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar khitanan masal bagi anak-anak secara gratis, Selasa (23/6/2026).
Tampak hadir Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Dharma Wanita, Kepala RSUD Kabupaten Madiun, camat, peserta khitan, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan yang dipusatkan di beberapa tempat tersebut, salah satunya di RSUD Caruban ini diikuti sebanyak 100 anak peserta khitan.
Kepala RSUD Caruban, Farid Amirudin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun dalam membantu masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu demi terwujudnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Farid memaparkan peserta khitan yang berjumlah 100 anak tersebut, terdiri dari tujuh (7) kecamatan, diantaranya Kecamatan Mejayan 29 anak, Kecamatan Saradan 10 anak, Kecamatan Pilangkenceng 10 anak, Kecamatan Wonoasri 16 anak, Kecamatan Sawahan 9 anak, Kecamatan Gemarang 4 anak, serta Kecamatan Balerejo 22 anak.

“Masing-masing peserta akan diberikan seperangkat baju muslim, terdiri dari baju koko, sarung dan kopyah serta uang saku,” kata Farid.
Dirinya menambahkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 3 dokter spesialis, 2 dokter umum dan 33 perawat serta tenaga para medis lainnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono menyampaikan, kegiatan khitan massal tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun.
Tahun ini diikuti total 306 peserta khitan yang tersebar di beberapa tempat, yakni RSUD Caruban 100 anak, RSUD Dolopo 141 anak, serta Joglo Sendangrejo 65 anak.
“Alhamdulillah tahun ini jumlah peserta secara total 306 anak dari rencana target 290 anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Soedjiono mengatakan, kegiatan khitan ini terdapat dua (2) manfaat, yakni dari segi kesehatan dan agama. Khitan (sunat) dari segi kesehatan berfungsi mencegah infeksi saluran kemih, menurunkan risiko penyakit menular seksual, dan menjaga kebersihan organ intim.
Sedangkan, dalam ajaran agama (Islam), khitan merupakan bukti ketaatan kepada perintah Allah, menjalankan sunah para Nabi, serta menjaga kesucian (thaharah) sebagai syarat sah ibadah.
“Ndak usah takut ya. Awalnya saat pendaftaran iya-iya saja, nanti begitu tiba saatnya malah ada yang nangis, takut. Memang sedikit sakit, tapi nanti ke depannya akan merasakan manfaatnya. Insya Allah nanti menjadi sehat, karena ada bagian tubuh yang harus dibuang,” ujarnya
Dirinya berharap, dengan kegiatan yang sengaja disinkronkan dengan jadwal libur sekolah ini, agar nantinya pada saat masuk sekolah anak-anak sudah bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. “Insya Allah, ketika masuk sekolah nanti semuanya sudah sembuh,” tuturnya.
Adapun dalam kegiatan ini, juga dilakukan pemotongan tumpeng, pemberian bingkisan seperangkat baju muslim secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, serta diakhiri dengan peninjauan para peserta yang dikihitan. adi





