
SURABAYA (wartadigital.id) – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur (OJK Jatim) mencatat penyaluran UMKM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Timur mencapai Rp67,76 triliun hingga April 2026.
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Provinsi Jatim, Horas VM Tarihoran mengatakan, secara nasional penyaluran KUR mencapai Rp447,72 triliun, dan di Pulau Jawa KUR mencapai Rp215,43 triliun.
“Sedangkan di Jatim, penyaluran KUR telah mencapai Rp67,76 triliun hingga bulan April 2026,” ujar Horas VM Tarihoran dalam Media Brifing di Kantor OJK Jatim Jl Gubernur Suryo Surabaya, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, outstanding KUR berdasarkan sektor ekonomi 44,25 persennya dikontribusi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan 8,25 persen, pertanian, perburuan, dan kehutanan 33,21 persen.
Horas menerangkan, berdasarkan sektor ekonomi kredit UMKM dan KUR paling banyak disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran. Ia menambahkan, outstanding KUR tumbuh secara yoy dengan NPL yang masih terjaga baik.
Sementara, kata Horas, outstanding kredit UMKM sedikit terkontraksi secara yoy dengan rasio NPL tercatat sebesar 5,45 persen. “Sebagian besar kredit UMKM disalurkan pada segmen mikro,” terangnya.
Lebih jauh dia mengatakan, secara general kinerja perbankan di Jatim masih menunjukkan trend positif ditengah ketidakpastian global saat ini.
Di tengah meningkatnya kredit UMKM dan KUR, lanjut Horas, kinerja perbankan di Jatim semakin mempesona.
Hal itu, terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) per April 2026 mencapai Rp840,77 triliun atau naik 5,78 persen dibanding periode yang sama tahun (yoy) yang mencapai Rp794,82 triliun.
Sementara, kredit perbankan secara umum di Jatim per April 2026 mencapai Rp628,02 triliun atau naik 2,87 persen dibanding April 2025 yang mencapai Rp610,49 persen. Hal ini menunjukkan kinerja perbankan di Jatim masih baik. edt, *





