
SURABAYA (wartadigital.id) – Di penghujung 2024, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair melaksanakan strategic meeting dengan 3 universitas di Korea Selatan, yaitu Kumoh National Institute of Technology (KIT), Hanyang University ERICA dan Chung-Ang University. Selain itu melaksanakan 2 penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kumoh Institute of Technology dan Hanyang University ERICA.
Capaian ini merupakan hasil kunjungan FTMM Unair ke Korea Selatan pada 29-31 Oktober 2024. Saat itu FTMM memberangkatkan 6 delegasinya, yaitu Dekan FTMM Prof Dr Apt Dwi Setyawan MSi, Wakil Dekan 2 Prof Dr Imron Mawardi, Wakil Dekan 3 Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM, Koordinator Program Studi Rekayasa Nanoteknologi (Prodi RN) Prof Dr Retno Sari Apt, MSi dan 2 dosen FTMM Prastika Krisma Jiwanti SSi, MSc Eng, PhD (dari Prodi Rekayasa Nanoteknologi) dan Muhamad Aldo Setyawan SSi, MSc Eng dari Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan.
Inisiasi kerjasama Korea Selatan ini sudah dilakukan oleh kedua dosen, Prastika dan Aldo yang ditugaskan dalam mengawal engage mitra akademik melalui konferensi internasional dan komunikasi yang dilaksanakan dengan dosen FTMM yang sedang studi lanjut di Korea Selatan.
“Prestasi Unair yang meraih ranking world class university QS 308 mendorong dosen, prodi, dan fakultas untuk memperbanyak hubungan luar negeri dalam meningkatkan kualitas Tri Dharma PT,” kata Prof Dwi Setyawan dalam keterangan resmi, Rabu (6/11/2024).
Kunjungan pertama delegasi FTMM Unair dilakukan ke Kumoh National Institute of Technology (KIT) di Kota Gumi, yang merupakan salah satu kota pusat Industri di Korea Selatan dan merupakan tempat di mana lebih dari 700 perusahaan berada pada Gumi National Industrial Complex.
Di KIT, Tim FTMM disambut oleh Dean of International Program and Language, Prof Youngjin Seo PhD dan Eugene Park, Coordinator International Program dan Language Education Center. Diskusi menarik terjadi terkait pembahasan student dan staff mobility program, serta prospective students untuk master dan PhD dari Indonesia. Youngjin Seo juga menyampaikan berharap akan lebih banyak kerjasama staf dan student mobility di KIH baik melalui bidang akademik, penelitian pengabdian kepada masyarakat internasional.
Terdapat 2 grup riset yang menjadi mitra kolaborasi pada agenda di KIT, yaitu MASL (Multi Agent Robot System Lab) dan WENS (Wireless Emerging Network System). Pada agenda di MASL Lab dengan Prof Seung-Hwan Lee beserta tim riset, memberikan berbagai masukan untuk masing-masing universitas pada bidang robotika, terutama pada bidang multi agen dan navigasi menjadi pembahasan utama dalam membangun kolaborasi selanjutnya. Perpaduan dari kelebihan dan kekurangan dari masing-masing universitas menjadikan potensi kerjasama antara kedua pihak semakin relevan untuk direalisasikan.
Prof Setyawan berharap bahwa inisiasi kerjasama yang telah dilakukan melalui kunjungan ini selanjutnya dapat diimplementasikan dan harus ada langkah yang nyata seperti kolaborasi riset, student mobility, kuliah tamu, kuliah praktisi industri, pertukaran budaya melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan staff mobility, serta kegiatan non akademis, seperti pembinaan soft skill untuk membangun semangat dan daya juang yang tinggi jika ingin melanjutkan pendidikan di KIT. “Alumni FTMM saya harap dapat berkiprah di perusahaan global, salah satunya Samsung,” katanya.

Sementara Wakil Dekan 3 FTMM Retna Apsari menyampaikan laboratorium yang terintegrasi dengan robotic dan AI sangat seksi untuk ditindaklanjuti dengan kerjasama riil antara FTMM dan KIT. Lebih lanjut dari diskusi ini dapat diimplementasi kegiatan adjunct professor, joint lecture, kerjasama penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
“Saya sangat mendukung dosen-dosen muda di FTMM dan dosen di fakultas lain untuk menjalin kerjasama dengan universitas di Korea dan bagi yang belum S3 dapat melanjutkan studinya di Korea dengan beasiswa pemerintah Korea,” katanya.
Kunjungan diakhiri dengan penandatanganan MOA dengan Departement of Electronic IT Convergence Engineering, School of Electronic Engineering yang dikomandani oleh Prof Soo Young Shin PhD.
Dengan adanya kesepakatan yang dibangun berdasarkan legalitas yang resmi, realisasi kerjasama akan semakin kokoh untuk diselenggarakan dimana meliputi Student and Staff mobility, Joint Research, Joint Curriculum, Visiting Professor, dan Program and Facility Development.
Retna Apsari berharap penandatanganan MoA dengan KIT ini menjadi langkah awal yang membuka pintu peluang kerjasama yang lebih berkualitas Unair di skala global dan support pada IKU 3, 4 dan 6 serta SDGs 17.
Dijelaskannya kegiatan riil yang sudah dilakukan dengan KIT adalah telah memasuki tahun terakhir untuk dosen FTMM Ali Ikhsanul Qauli SSi, MEng yang sedang melaksanakan studi lanjut S3 di Computational Medicine Laboratory, Department of IT Convergence Engineering, dengan supervisor adalah Prof Ki Moo Lim. nti





