
SURABAYA (wartadigital.id) – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendukung langkah integrasi penanganan banjir yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, setelah wilayah setempat dilanda banjir selama dua hari berturut-turut.
Eri mengatakan bahwa apa yang terjadi selama dua hari ini perpaduan dari sejumlah karakter banjir Surabaya, yakni, “banjir lokal” karena intensitas hujan deras yang belum cukup mampu diimbangi keandalan sistem drainase berbasis beton.
“Sistem drainase berbasis beton tidak optimal karena belum sepenuhnya tuntas dibangun dan saling terintegrasi, serta karena daya tampung saluran tidak optimal lantaran sebagian besar belum dilakukan normalisasi secara maksimal,” ujar Eri di Surabaya, Selasa (23/6/2026).
Kedua, kata dia, pasang laut yang membuat air “antre” untuk menuju laut, bahkan terjadi fenomena “pembalikan air”, dan ketiga, limpahan air dari kawasan hulu sekitar ke Surabaya yang merupakan kota pantai dan daerah hilir.
Eri mengatakan, Surabaya perlu memperkuat upaya memadukan pengembangan sistem drainase modern seperti box culvert dengan paradigma berbasis alam yang mendorong implementasi siklus air secara lebih baik untuk mengurangi limpasan air di permukaan dengan memperbanyak resapan air dan tampungan air hujan. “Kita berkejaran dengan dampak perubahan iklim yang membuat pengendalian banjir semakin kompleks,” kata dia.
Ia menegaskan, perubahan iklim membuat pola cuaca menjadi ekstrem dan siklus musim bergeser, sehingga menemukan fenomena hujan deras terjadi pada periode yang semestinya kering. “Dampak perubahan iklim ibarat deret ukur alias eksponensial, sedangkan kemampuan kita membangun teknis saluran berbasis beton bak deret hitung, salah satunya karena ruang fiskal yang penuh tantangan,” kata Eri Irawan.
Hal tersebut, papar Eri, juga menjadi kesadaran bersama antara Pemkot dan DPRD Surabaya, yang terlihat dari upaya untuk memperluas ruang-ruang tangkapan air, termasuk pengembangan bozem dan waduk yang kini sudah sekitar 100 titik dengan luas lebih dari 172 hektare dan volume air lebih dari 6,85 juta meter kubik.
Pemkot Surabaya Optimalkan Pompa
Pemkot Surabaya mengoptimalkan sejumlah pompa guna menangani banjir selama dua hari terakhir yang terjadi di sejumlah titik di kota karena telah mengganggu aktivitas masyarakat.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa, mengatakan intensitas hujan tinggi yang turun merata sejak dini hari terjadi di luar pola musim, mengingat saat ini seharusnya Surabaya telah memasuki periode kemarau. “Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Surabaya mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) serta sekitar 10 kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perangkat daerah terkait,” katanya.
Ia mengatakan sejumlah titik di Surabaya sempat terendam banjir akibat hujan deras di antaranya kawasan Pandugo, Penjaringan, Medayu dan di sekitar Rungkut. Eri Cahyadi menjelaskan kondisi banjir juga dipengaruhi oleh sejumlah pekerjaan pembangunan dan normalisasi drainase yang sedang berlangsung di berbagai titik kota. “Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan saluran, pemasangan box culvert, hingga perbaikan rumah pompa di sejumlah lokasi seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol (rumah pompa Dinoyo), hingga Rungkut,” katanya.
Dalam proses pengerjaan, sebagian saluran ditutup sementara untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Hal ini membuat aliran air tidak dapat berjalan optimal ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi secara tiba-tiba.
Selain curah hujan tinggi, kondisi pasang air laut juga turut memperberat penanganan. Tingginya muka air laut menyebabkan aliran sungai menuju laut terhambat, bahkan dalam beberapa kondisi air yang telah dipompa kembali terdorong ke daratan. “Sebagai langkah antisipasi, kami memaksimalkan fungsi boezem atau kolam tampungan sementara sebagai penyangga debit air sebelum dialirkan kembali saat kondisi memungkinkan. Sejumlah lahan juga dioptimalkan sebagai tampungan tambahan untuk mengurangi beban saluran utama,” katanya.
Sejumlah titik genangan mulai surut pada pagi hari, meski beberapa lokasi masih dalam proses penanganan, terutama di area yang terdampak kerusakan dinding penahan sungai. Pemkot Surabaya memastikan seluruh tim tetap siaga hingga kondisi kembali normal. ara, ike





