
SIDOARJO (wartadigital.id) – Memasuki Bulan Ramadan 1443 H/2022 M, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury didampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Deny Djukardi melakukan kunjungan ke salah satu SPBU di wilayah Jawa Timur tepatnya SPBU 54.683.10 Situbondo, Minggu (3/4/2022).
Pahala mengatakan kunjungannya untuk mengawasi dan memastikan pasokan BBM produk gasoline seperti Pertalite dan Pertamax serta produk Gasoil yaitu Biosolar optimal ke masyarakat.
“Kita ingin memastikan suplai BBM berjalan dengan baik menjelang Bulan Ramadan, selain itu dengan adanya peningkatan kegiatan ekonomi yang terjadi di wilayah Jawa Timur kita juga melakukan antisipasi terhadap kebutuhan BBM,” kata Pahala.
Pahala juga menambahkan bahwa BBM khususnya yang disubsidi pemerintah yaitu Biosolar di lapangan diharapkan selalu tersedia dan tepat sasaran. “Kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah berharap penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) yaitu Biosolar dapat terus dipenuhi oleh Pertamina sesuai dengan kuota yang ditetapkan serta tepat sasaran,” ungkap Pahala.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Deny Djukardi, Pertamina Patra Niaga di Jatimbalinus memastikan kesiapan pelayanan di seluruh SPBU, Pertashop, SPPBE dan agen LPG. Saat ini terdapat 956 unit SPBU, 532 unit Pertashop, 124 SPPBE dan lebih dari 800 agen LPG PSO dan Non PSO yang siap melayani kebutuhan energi masyarakat di Jawa Timur.
“Sesuai arahan dari Pak Wamen, kami memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM di masyarakat tetap berjalan optimal. Saat ini stok di seluruh Terminal BBM dan Depot LPG aman dengan Coverage Days rata-rata selama 5-17 hari. Terdapat 6 Terminal BBM dan LPG yang siap melayani kebutuhan masyarakat melalui SPBU dan SPPBE (Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji) di wilayah Jawa Timur,” ujar Deny saat mengecek kesiapan SPBU 54.612.48 Sidoarjo.
Terkait adanya migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite setelah pemerintah menetapkan harga BBM RON 92 atau Pertamax dari sebelumnya Rp 9.000 – Rp 9.400 per liter menjadi Rp 12.500 – Rp 13.000 per liter, Deny menyebut kemungkinan itu ada. Namun sejauh ini kondisi di SPBU terpantau relatif normal, apalagi kenaikan Pertamax baru berjalan sejak 1 April 2022. “Adanya migrasi ini secara jelas akan terlihat dalam 1-2 bulan mendatang. Untuk saat ini masih terpantau normal, belum ada lonjakan berarti,“ katanya.
Meski ada kemungkinan migrasi konsumen Pertamax ke Pertalite, Deny memastikan Pertamina akan mengupayakan ketersediaan stok Pertalite cukup. Ia menyebutkan bahwa pengiriman Pertalite ke SPBU sejauh ini tetap stabil.
Didampingi Sales Branch Manager Kabupaten Sidoarjo Arda Agni Satria, Deny menjelaskan demi memastikan ketersediaan stok dan mengoptimalkan penyaluran BBM serta LPG kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga di wilayah Jatimbalinus juga akan mengaktifkan pos layanan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H.
“Melalui Satgas RAFI (Ramadan Idul Fitri) yang dimulai pada Bulan Ramadan ini, Pertamina Patra Niaga di Jatimbalinus berkomitmen memenuhi kebutuhan energi berupa BBM dan LPG sehingga konsumen tidak perlu khawatir. Namun, kami juga mengimbau jika konsumen mengalami kesulitan mendapatkan pasokan BBM dan LPG dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau informasi melalui aplikasi MyPertamina,” pungkas Deny. hdi, nti