Turki Kutuk Keras Penodaan Masjid dan Serangan Israel ke Jenin

Tentara Israel membacakan doa Yahudi di sebuah masjid di Kota Jenin. Penodaan masjid oleh beberapa tentara Israel ini bisa memicu ketegangan agama.

 

ANKARA (wartadigital.id)  – Turki mengutuk keras “provokasi” yang dilakukan pasukan Israel selama penggerebekan di sebuah kamp pengungsi di Kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki dan penodaan sebuah masjid di sana menurut Kementerian Luar Negeri Turki seraya menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab dihukum.

Bacaan Lainnya

Melansir CNA, pasukan Israel membunuh seorang pemuda di sebuah rumah sakit dan membacakan doa Yahudi di sebuah masjid di Jenin selama penggerebekan yang menurut pihak berwenang Palestina menewaskan 12 orang dan menurut Israel menangkap puluhan militan. “Kami mengutuk keras provokasi tentara Israel yang menyerbu kamp pengungsi Jenin dan tidak menghormati kesucian tempat ibadah dengan memasuki masjid,” kata Juru Bicara Oncu Keceli di platform pesan sosial X dikutip, Jumat (15/12/2023).

“Di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, di mana ketegangan meningkat sangat tinggi akibat teror pemukiman dan tekanan berat serta serangan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Israel terhadap warga Palestina, kami memperkirakan serangan terhadap tempat-tempat suci umat Islam akan segera diakhiri dan mereka yang melakukan provokasi ini akan segera diberhentikan, dihukum dengan cara yang paling berat,” tambahnya.

Pemerintah Palestina mengkritik operasi di Jenin sebagai “eskalasi berbahaya” dan dalam sebuah pernyataan mengatakan penodaan masjid oleh beberapa tentara Israel memicu ketegangan agama. Tentara Israel mengatakan akan mendisiplinkan tentaranya. Turki, yang mendukung solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun, mengkritik keras Israel atas serangannya terhadap Gaza dan Tepi Barat, dengan mengatakan bahwa pemukim Israel di wilayah tersebut adalah “teroris”.

PBB Murka

Terpisah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan tempat-tempat keagamaan perlu dihormati. Sikap PBB, pada Kamis (14/12/2023) itu setelah rekaman di media sosial menunjukkan tentara Israel melakukan ritual Yahudi di dalam masjid di kota Jenin, Tepi Barat.

“Penodaan situs keagamaan tidak boleh ditoleransi. Dan hal itu bertentangan dengan kesusilaan umum. Situs keagamaan perlu dihormati dan tidak boleh diselewengkan dengan cara apa pun,” tegas Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.

Pernyataannya muncul setelah Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, membagikan video tentara yang melakukan ritual Yahudi di dalam satu masjid di Jenin. Video tersebut menunjukkan seorang tentara Israel membacakan doa Shema Yisrael melalui pengeras suara masjid. Tentara lain terdengar mengatakan para tentara berada di dalam masjid di Jenin. Para tentara dengan tetap memakai sepatu memasuki tempat muazin mengumandangkan azan. Tentara itu kemudian menyanyikan lagu-lagu Yahudi dengan pengeras suara yang terdengar di sekitar kawasan masjid. Para prajurit itu dilaporkan telah didisiplinkan. Namun tidak jelas apa bentuk sanksi pada tentara itu.

Beralih ke Gaza, Dujarric mengatakan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan hujan lebat turun pada Rabu di Gaza dan banjir telah memperburuk perjuangan pengungsi Palestina. “Hujan yang turun, ditambah dengan tidak adanya pengelolaan sampah yang efektif, telah meningkatkan risiko penyebaran penyakit secara signifikan,” papar dia.

Dujarric juga menekankan 156 insiden terpisah telah mempengaruhi lokasi UNRWA sejak 7 Oktober. Ketegangan meningkat tinggi di Tepi Barat di tengah serangan militer Israel di Jalur Gaza setelah serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober. Di Tepi Barat, sebanyak 288 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel dan lebih dari 4.000 lainnya ditahan, menurut data Palestina. sin, ins