
SIDOARJO (wartadigital. Id) – Media sosial bagai pisau bermata dia, bisa membawa manfaat tapi juga bisa membawa bencana. Toko Surga Buah menjadi korban tindakan pencemaran nama baik oleh seseorang yang menggunakan media sosial untuk merusak citra pusat buah durian yang ada di Jalan Raya Tebel 13 Gedangan, Sidoarjo.
Pemilik Toko Surga Buah, Yanto mengatakan selama seminggu terakhir ini, toko buah miliknya mengalami penurunan jumlah pembeli. Hal itu karena adanya pencemaran nama baik melalui media sosial yang dilakukan oleh seseorang dengan nama akun Angga. Dalam unggahannya, Angga mengungkapkan bahwa buah durian montong yang dibeli di Surga Buah itu masih mentah , tidak manis dan pedagang tidak mau mengganti. “Awalnya kami tidak tahu unggahan tersebut, ada salah satu pelanggan kami yang memberitahu karyawan kami tentang viralnya toko Surga Buah di Facebook, ” kata Yanto kepada wartadigital.id, Jumat (8/3/2024).
Yanto mengaku melihat postingan yang diunggah pada Jumat pekan lalu. Setelah melihat unggahan Angga di Facebook dan beberapa grup di Facebook, dia pun mencoba untuk mencari bukti melalui Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di toko. Melalui CCTV toko, pada 1 Maret 2024 pukul 04.30 WIB, ada tiga orang pembeli, dua orang perempuan dan satu orang laki-laki. Satu orang perempuan datang langsung duduk sambil memegang handphone seperti orang sedang merekam atau mengambil foto. Sementara dua orang lainnya, yaitu laki-laki dan perempuan sibuk memilih durian montong. “Biasa yang jaga dua orang, kebetulan malam itu hanya satu orang karena yang satu orang sakit. Toko buah ini buka 24 jam, karena saya kasihan Andy (salah satu karyawan, Red) jaga sendirian jadi malam itu saya tidak pulang dan tidur di sini, ” jelasnya.
Pembeli laki-laki memilih satu buah durian montong Bali, imbuh Yanto, setelah dibuka dan diincip, mereka tidak cocok karena buah yang dipilih terlalu matang. Sehingga mereka kembali memilih buah Durian Montong Bali lagi. Untuk pilihan yang kedua ini pun sama, dibuka dan diincip. Mereka merasa cocok dan akhirnya melakukan pembayaran. Kemudian buah tersebut dibuka dan dimakan bersama di meja yang memang sengaja disediakan bagi pembeli yang ingin makan durian di tempat atau di toko. “Dari rekaman CCTV kami, tampak sang pembeli perempuan menusuk-nusukkan jarinya ke daging buah durian lalu yang lain memfoto dan memvideo. Lalu mereka pergi meninggalkan toko tanpa menghabiskan duriannya, ” paparnya.
Yanto menambahkan beberapa karyawan yang memiliki Facebook mencoba untuk mencari unggahan Angga yang diunggah di grup lalu lintas dan grup barang bekas yang ada di Facebook di mana grup itu memiliki jumlah anggota yang cukup banyak. “Berbekal rekaman dari CCTV kami, saya meminta karyawan yang memiliki FB untuk komen dan mengklarifikasi dengan disertakan foto rekaman CCTV kami. Karena kami pasti akan mengganti durian yang kurang enak dengan durian yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Di dalam rekaman pun mereka setuju baru bayar dan makan. Tapi mengapa di unggahan berbeda dengan rekaman di CCTV? , ” imbuhnya.
Ternyata komen karyawan Surga buah, jelas Yanto, di unggahan Angga di dua grup tersebut dihapus oleh pemilik akun. Dengan akun yang sama, Angga kembali mengunggah hal yang sama di media sosial Instagram dan Tik Tok. “Dengan unggahan tersebut kami dirugikan. Mereka mencemarkan nama baik toko kami sehingga memengaruhi omzet kami dalam seminggu ini. Omzet kami mengalami penurunan 30 persen hingga 50 persen, ” ungkapnya.
Yanto mengatakan pihaknya masih beritikat baik dengan memberi kesempatan kepada akun media sosial Angga untuk meminta maaf dan mengklarifikasi di media sosial miliknya dan mengatakan apa motif Angga melakukan pencemaran nama baik Surga Buah. “Kami memberikan waktu 1×24 jam kepada pemilik akun Angga untuk meminta maaf, mengklarifikasi dan menjelaskan motifnya apa. Jika tidak maka kami akan menempuh jalur hukum, ” tegasnya.
Di tempat yang sama, Andy karyawan Toko Surga Buah yang melayani tiga orang pembeli dengan salah satu pembeli pemilik akun Angga di tiga media sosial mengaku bahwa pembeli pria memilih durian montong dua kali. Pilihan yang pertama tidak cocok setelah dibuka dan diincip oleh pembeli tersebut.
“Untuk pilihan kedua, pembeli pria itu mengatakan ok, lalu melakukan pembayaran untuk durian montong Bali dengan berat kurang lebih 3,5 kg seharga Rp 173.000. Setelah membayar, pembeli meminta untuk dibuka dan dinikmati bersama kedua wanita yang sudah siap dengan kamera HP, ” jelasnya.
Ketiga pembeli tersebut, ungkap Andy, cukup lama duduk di kursi, kurang lebih 30 menit. Lalu mereka meninggalkan toko tanpa membawa pulang durian yang masih ada beberapa sisir belum dibuka. sis