Wabup Malang Buka Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian DBD

Wabup Malang, Drs Didik Gatot Subroto SH, MH, membuka kegiatan pertemuan koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di Kabupaten Malang yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (28/3/2024).

 

KAB MALANG (wartadigital.id) – Wakil Bupati Malang Drs Didik Gatot Subroto SH, MH, membuka kegiatan Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD di Kabupaten Malang Tahun 2024 yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (28/3/2024) siang.

Bacaan Lainnya

Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan kesakitan dan kematian dengue serta meningkatkan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian vektor secara efektif, aman dan berkesinambungan.

Wakil Bupati Malang memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue ini. “Mudah-mudahan, langkah ini dapat memberikan hasil yang optimal, dalam rangka menekan kasus DBD di Kabupaten Malang,” tutur dia.

Wakil Bupati Malang pada kesempatan ini menjelaskan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Sebagai penyakit tular vektor atau penyakit yang ditularkan melalui perantara hewan, demam berdarah dapat menjadi masalah kesehatan masyarakat dan memicu kejadian luar biasa (KLB) jika tidak tertangani dengan maksimal. Dampak yang paling serius bahkan dapat menimbulkan kematian.

Kondisi ini tentunya menjadi beban yang besar terhadap sistem kesehatan dan perekonomian di negara tropis, tidak terkecuali di Kabupaten Malang. Pada tahun 2023 lalu, jumlah kasus DBD di Jawa Timur tercatat sebanyak 9.401 kasus dan kematian sebanyak 134 orang. Pada tahun yang sama, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Malang tercatat sebanyak 1.009 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 9 orang.

“Sebagai upaya antisipasi, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu melakukan pengendalian penyakit demam berdarah dengan PSN 3M-Plus melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat, melakukan revitalisasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD, memastikan ketersediaan sarana dan prasarana kegiatan pengendalian DBD, kemudian melakukan monitoring dan evaluasi terkait upaya yang telah dilakukan,” ujar Wakil Bupati Malang.

Selain ini juga terdapat 6 strategi penanggulangan dengue yaitu penguatan manajemen vektor yang efektif, aman dan berkesinambungan. Peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue, penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif. Berikutnya peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan dan penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen dan kemitraan serta pengembangan kajian, inovasi dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program. ala, ins

Pos terkait