
Serangan Iran dalam Operasi Janji Sejati untuk menghancurkan Israel.
TEL AVIV (wartadigital.id) – Iran telah berhasil melakukan serangan rudal dan drone skala besar terhadap Israel, menurut Korps Garda Revolusi dalam pernyataan yang diterbitkan kantor berita IRNA.
“Militer Republik Islam berhasil mencapai dan menghancurkan target militer penting,” ungkap laporan itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut dikutip, Senin (15/4/2024).
Serangan tersebut merupakan respons terhadap apa yang disebut Teheran sebagai “banyak kejahatan” yang dilakukan rezim kolonial Zionis, termasuk dugaan serangan Israel terhadap konsulat Iran di ibukota Suriah, Damaskus.
Sebelumnya, serangan Israel yang terjadi pada 1 April itu menewaskan tujuh perwira Pasukan Quds IRGC, termasuk dua jenderal. Serangan Republik Islam melibatkan lebih dari 300 drone, menurut laporan media Israel dan Barat. Pasukan Israel (IDF) mengatakan pihaknya melacak kendaraan udara tak berawak yang masuk dan mencegatnya di udara, dengan bantuan pasukan sekutu.
Media Iran menerbitkan beberapa klip pendek di media sosial yang menunjukkan momen-momen ketika rudal mencapai sasaran mereka di Israel. Salah satunya dikatakan berasal dari permukiman di gurun Negev di bagian selatan negara itu.
video-video tersebut menunjukkan beberapa rudal menyerang sasaran di permukiman. RT tidak dapat memverifikasi klip tersebut secara independen. Meski demikian, IDF hanya mengonfirmasi kerusakan “kecil” pada satu pangkalan militer akibat serangan Iran. Satu-satunya orang yang terluka dalam serangan itu sejauh ini adalah seorang anak berusia 10 tahun di Israel selatan.
Dalam pernyataan, IRGC memperingatkan AS bahwa setiap dukungan yang diberikan kepada Israel yang merugikan kepentingan Iran akan ditanggapi dengan “tanggapan yang tegas.” Teheran menganggap Washington “bertanggung jawab atas tindakan jahat” Israel. Iran juga memperingatkan negara-negara tetangganya agar tidak membantu AS atau Israel yang berpotensi menyerang Republik Islam.
Setelah serangan Iran, media Israel melaporkan pemerintah Zionis berencana melakukan pembalasan besar-besaran. TV Channel 12 mengutip seorang pejabat senior Israel yang mengatakan “respon yang belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap serangan tersebut sedang direncanakan.
Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zohar, juga menyatakan rezim kolonial Zionis “menerima legitimasi internasional yang luas malam ini untuk menyerang Iran dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya”.
Perang Berakhir
Setelah meluncurkan lebih dari 300 rudal dan drone, Iran mengklaim bahwa perang dengan Israel berakhir. Namun, Iran siap membalas setiap provokasi terhadap negara tersebut. Hossein Salami, Panglima IRGC, mengatakan kepada media pemerintah bahwa informasi masih masuk, namun penilaian awal Iran adalah bahwa operasi tersebut mencapai “tingkat keberhasilan yang melebihi harapan kami”.
“Tentu saja, orang-orang yang tinggal di wilayah pendudukan, pejabat Zionis dan teroris serta tentara pendudukan rezim Zionis dan AS memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak serangan ini pada saat ini,” katanya.
Salami mengatakan AS dan Prancis memberikan perlindungan udara bagi Israel di Irak, Yordania, dan bahkan sebagian Suriah, namun “puluhan” drone, rudal jelajah, dan rudal balistik berhasil menembus lapisan kemampuan pertahanan. “Kami bisa melancarkan serangan yang jauh lebih besar, tapi kami membatasinya pada kemampuan yang digunakan rezim Zionis untuk menyerang konsulat Iran dan membunuh komandan kami yang tercinta,” ujar Salami.
Sebelumnya, Iran mengatakan pihaknya memperingatkan AS bahwa pangkalannya akan menjadi sasaran jika mereka mendukung Israel. Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, telah memperingatkan bahwa tanggapan Israel terhadap operasi militer Iran akan “jauh lebih besar”.
Kantor berita Tasnim mengutip dia yang mengatakan bahwa alasan serangan adalah karena Israel telah melewati garis merah Iran. Bagheri juga mengatakan bahwa Iran telah menyampaikan pesan kepada AS melalui kedutaan Swiss bahwa jika Iran berpartisipasi dalam gerakan agresif Zionis lebih lanjut melalui pangkalan atau aset militernya di seluruh kawasan. “Dan ini terbukti kepada kami, pangkalan, aset, dan personelnya di wilayah tersebut. Wilayah ini tidak akan memiliki keamanan,” katanya.
Dia menambahkan: “Kami juga akan melihatnya sebagai agresor dan bereaksi sesuai dengan itu.” Mohammad Bagheri mengatakan operasi tersebut “mencapai semua tujuannya” dan tidak ada operasi lebih lanjut yang direncanakan jika Israel tidak merespons, menurut komentar yang disampaikan oleh Tasnim.
Dia menambahkan serangan itu tidak menargetkan kepentingan sipil atau ekonomi, melainkan berfokus pada aset militer, khususnya pangkalan intelijen di Gunung Hermon yang digunakan untuk memfasilitasi serangan terhadap konsulat Iran di Suriah, serta Pangkalan Udara Nevatim di gurun Negev. tempat jet tempur Israel yang menargetkan konsulat diluncurkan. Bagheri mengatakan keduanya “hancur dan cacat secara signifikan” dan memperingatkan bahwa Iran mampu melancarkan serangan “puluhan kali lebih kuat”. sin, ins




