
MAKKAH (wartadigital.id) – Dalam rangka menyambut ibadah haji, pengajian dan pembinaan intensif digelar di Masjid Lantai P Hotel Al Zayer El Akhyar Misfalah, Makkah Al Mukarramah, Rabu (12/6/2024), pukul 14.00 WIB.
Acara ini dipimpin oleh dua tokoh ulama terkemuka, KH Syukron Djazilan dan KH Muchammad Imam Chambali, yang memberikan arahan dan motivasi kepada para jemaah calon haji.
KH Syukron Djazilan dalam ceramahnya menekankan pentingnya bersyukur dalam menjalani hidup. “Tetap, wiridannya yang sering-sering ‘Alhamdulillah’. Tagline atau password hidup yang saya sampaikan: ‘Hidup ini harus disyukuri, dinikmati, dilakoni, suwe-suwe mari-mari dhpewe,’” ujarnya penuh semangat.
Dosen Unusa ini mencontohkan, “Pekan kemarin kita berangkat ke sini. Umrah wajib telah kita jalani. Sekarang hari Rabu. Lusa berangkat ke Arafah, Sabtu wukuf. Nanti akan selesai semuanya. Setelah itu ke Madinah, lalu pulang ke tanah air.”
Sedangkan KH Muchammad Imam Chambali kemudian memberikan pembinaan teknis yang rinci tentang persiapan dan pelaksanaan ibadah haji. Pada hari Jumat, 8 Dzulhijjah, atau 14 Juni 2024, semua jemaah diimbau untuk mandi keramas dan berniat mandi Jumatan serta mandi haji. Keberangkatan menuju Arafah akan dimulai pukul 16.30 WAS, dengan para jemaah sudah dalam pakaian ihram.
“Setelah jemaah ashar, dzikir secukupnya. Niat hajinya akan dibimbing, jemaah tinggal menirukan,” kata dia.
Kiai Chambali mengingatkan, karena kondisi lift yang sering penuh, shalat ashar akan dilakukan di lantai masing-masing, yaitu lantai 9 dan 10 hotel. Setelah shalat ashar, jemaah akan dibimbing untuk niat haji dan melanjutkan perjalanan menuju Arafah, dengan perhatian khusus pada kenyamanan lansia dan perempuan selama perjalanan.
“Masuk bus, yang duduk utamakan lansia dan perempuan. Jemaah laki-laki yang muda berdiri,” ujar dia. “Perjalanan bila lancar akan ditempuh sekitar 30 menit. Bila macet, bisa sekitar 2 jam. Nikmati perjalanan sambil membaca talbiyah dan shalawat,” tambahnya.
Setibanya di Arafah, jemaah akan diarahkan untuk penempatan di tenda-tenda yang sudah disiapkan. Shalat Maghrib dijamak dengan Isya dan dilakukan secara berjamaah, disusul dengan pengajian dan makan malam. “Selama di Arafah, tidak harus suci dari hadats kecil dan hadats besar. Hanya saja yang menstruasi tak boleh shalat.”
Pada Sabtu, 9 Dzulhijjah, atau 15 Juni 2024, dimulailah wukuf dari zhuhur hingga maghrib, yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina.
Dia juga mengingatkan, jangan keluar tenda sebelum ada panggilan dari maktab. Pemberangkatan dua kali. Yang pertama yang murur. Yang kedua dan seterusnya untuk selainnya. Waktunya, juga tunggu pengumuman.
Jemaah yang murur itu maksudnya, dari Arafah melewati Muzdalifah, tidak turun, langsung ke Mina. Sesampainya di sana, istirahat. “Jemaah yang tidak murur, bersama Abah Syukran. Bisa sekitar 5 bus. Berapapun busnya, yang penting bersama-sama,” lanjutnya.
Sesampainya di Mina, seluruh jemaah bergabung dengan kelompok Resti peserta murur.
KH. Muchammad Imam Chambali juga memberikan panduan barang-barang yang perlu dibawa, seperti pakaian dan perlengkapan pribadi yang diperlukan selama pelaksanaan haji.
“Dalaman untuk perempuan celana dalam 3, BH 4 buah. Jemaah laki-laki cawat 2 atau 3. Kaos dalam 3. Baju maksimal 2 potong. Bawa batik Bryan Makkah (untuk lempar jumroh di hari kedua). Perempuan dengan kerudung warna kuning,” ujarnya memerinci.
Dengan bimbingan dari kedua ulama ini, diharapkan para jemaah dapat menjalani ibadah haji dengan khusyuk dan lancar. Bimbingan akan terus diberikan tiap harinya di Armuzna guna memaksimalkan pengalaman spiritual mereka di Tanah Suci. edt





