
JAKARTA (wartadigital.id) – PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group; IDX: DOID, sebelumnya dikenal dengan nama PT Delta Dunia Makmur Tbk) mengumumkan peresmian kemitraannya dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berbakat di Indonesia yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Kemitraan ini menegaskan komitmen BUMA International Group dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, dengan fokus pada generasi muda.
Kemitraan ini diresmikan melalui seremoni sederhana pada 4 Maret 2025, menandai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dan mendorong pemberdayaan sosial. Grup akan menyalurkan dua puluh beasiswa melalui KSE, yang akan diberikan kepada alumni program BUMA School yang dikelola oleh anak usaha Grup yang begerak di bidang sosial, terutama di bidang pendidikan, PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU).
Direktur BUMA International Group Iwan Fuad Salim menyatakan pihaknya merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan KSE, yang merupakan penyedia beasiswa terbesar di Indonesia di luar pemerintah. Dia percaya bahwa generasi muda adalah sumber daya terbesar bagi suatu bangsa. Dengan berinvestasi dalam pendidikan dan pengembangan mereka, tidak hanya membentuk pola pikir mereka, tetapi juga masa depan negara kita. “Inisiatif ini mendorong misi kami dalam membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan sesama masyarakat Indonesia,” katanya, Jumat (7/3/2025).
Sebagai institusi yang menghubungkan berbagai perusahaan dan individu dengan talenta muda berpotensi dari latar belakang ekonomi kurang mampu, Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) berperan aktif dalam memfasilitasi donasi dan mengimplementasikan program pengembangan keterampilan non akademis yang terarah. Memasuki tahun ke-30, KSE telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 30.000 mahasiswa di 35 universitas di seluruh Indonesia.
Sementara itu Ketua Eksekutif KSE Adrian Karim Januarmengapresiasi kemitraan ini. Sejak awal berdiri, KSE telah berkontribusi untuk menyalurkan beasiswa berbasis kebutuhan (need-based), membuka akses pendidikan tinggi bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. “Kami senang dapat berkolaborasi dengan BUMA International Group, yang memiliki visi sejalan dalam membina dan mengembangkan talenta terbaik Indonesia. Kami berharap kemitraan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan Indonesia,” katanya.
Senada dengan Adrian, Kanya Stira Sjahrir selaku Chief Executive Officer BIRU, menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan beasiswa, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pengembangan anak muda Indonesia. “Kerjasama ini sejalan dengan misi BIRU untuk meningkatkan keterampilan dan menciptakan peluang kerja bagi generasi muda, serta berkontribusi dalam mengurangi pengangguran pemuda Indonesia sebesar 1% pada 2035. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak mahasiswa berbakat di masa depan,” ungkapnya.
Rangkaian seleksi bagi calon penerima beasiswa dilakukan secara ketat, mencakup verifikasi dokumen dan wawancara untuk memastikan kandidat yang terpilih memenuhi kriteria yang ditetapkan. Para penerima beasiswa berasal dari berbagai universitas, di antaranya Politeknik Negeri Malang, Politeknik Manufaktur Bandung, Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Jenderal Achmad Yani.
Arman Nurdin, salah satu penerima beasiswa sekaligus alumni BUMA School 2023 dari Universitas Hasanuddin, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh BUMA Internasional Grup. “Beasiswa ini adalah kesempatan berharga bagi saya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan saya, baik secara akademik maupun non akademik. Selain memberikan dukungan finansial, program ini juga membuka peluang bagi saya untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman.”
Lebih lanjut, BIRU bersama KSE juga akan memberikan pendampingan serta membekali penerima beasiswa dengan berbagai pelatihan, seminar, dan diskusi untuk mengembangkan keterampilan non-akademis (soft skills). Dengan keterampilan ini, mereka diharapkan semakin siap menghadapi dunia profesional, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata di bidangnya masing-masing.
Didirikan pada tahun 1990, PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Grup), sebelumnya dikenal sebagai PT Delta Dunia Makmur Tbk, adalah perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan global yang terdiversifikasi dengan operasi di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Inti dari kegiatan usaha Grup adalah anak perusahaan utamanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), penyedia jasa pertambangan terkemuka bagi beberapa perusahaan tambang terbesar di Indonesia dan Australia melalui BUMA Australia Pty Ltd.
Sedangkan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU) adalah unit sosial dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group) yang berkomitmen untuk menjembatani pendidikan vokasi dan industri guna menutup kesenjangan keterampilan, menciptakan jalur karier berkelanjutan, dan mengurangi pengangguran di Indonesia.
Sementara Yayasan Karya Salemba Empat diirintis sejak tahun 1995 oleh delapan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) merupakan organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Dalam tiga dekade terakhir, KSE telah menyalurkan lebih dari 30.000 beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dari latar belakang ekonomi kurang mampu, bermitra dengan 35 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Selain bantuan finansial, KSE juga menyediakan berbagai program pelatihan keterampilan, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pendampingan karier, yang bertujuan membentuk karakter serta membekali mahasiswa dengan kompetensi unggul untuk kesuksesan pribadi maupun profesional di masa depan. nti