Dua Tim Robot Terbang FTMM Unair Melaju ke Babak Nasional KRTI 2025

Dekan FTMM Unair Prof Dr Ir Retna Apsari MSi IPM meninjau robot terbang di workshop FTMM Unair, Kamis (9/10/2025) yang akan berlaga di KRTI 2025 di Padang.

SURABAYA (wartadigital.id) – Dua tim robot terbang kebanggaan Universitas Airlangga (Unair), Racing Plane (RP) dan Tim TD berhasil lolos ke babak nasional Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025 yang akan digelar di Universitas Andalas, Padang pada 16-21 Oktober 2025.

Seleksi nasional adalah kegiatan akhir dalam rangkaian KRTI 2025 yang akan menjadi ajang penentuan tim terbaik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen mahasiswa Unair  dalam bidang teknologi dan inovasi pesawat tanpa awak yang terus berkembang pesat setiap tahunnya, sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan di FTMM ((Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin) yang mampu menghasilkan talenta-talenta unggul di bidang teknologi mutakhir

Pelepasan Tim Komunitas Robotika Unair pada KRTI 2025 tingkat nasional digelar di Workshop FTMM Unair, Kamis (9/10/2025) pagi. Acara ini dihadiri Dekan FTMM Unair Prof Dr Ir Retna Apsari MSi IPM serta Wakil Dekan I Prof Dr Ni’matuzahroh Dra, Wadek II Fadli Ama ST, MT dan Wadek III Prastika Krisma Jiwanti SSi, MSc.Eng. Seluruh peserta tim yang akan berlaga didampingi  dosen pembimbing KRTI 2025 ikut hadir. Sebelum berangkat ke Padang, seluruh tim termasuk dosen pembimbing meminta  restu dan doa dari jajaran FTMM.

Foto bersama dengan Tim TD.

Prof Retna mengucapkan selamat atas prestasi mahasiswa FTMM berhasil lolos melaju ke babak nasional KRTI 2025. Dia menegaskan Unair, FTMM Unair siap mendukung dua tim untuk berlaga di KRTI 2025 agar tim tak merasa berjuang sendirian. “Kami siap mendukung. Semoga dua tim bisa lolos juara. Selamat berjuang,” katanya.

Prof Retna mengatakan umur FTMM baru 5 tahun. Selama ini saat bicara teknologi, kuliah teknik, anggapan orang identik dengan ITS dan ITB. Namun waktu membuktikan, FTMM Unair mampu menunjukkan banyak prestasi dari lima program studi yang ada. “Ayo percaya diri, terus semangat, terus berproses dan semoga sukses selalu,” katanya.

Kedua tim ini lolos setelah melalui proses seleksi wilayah yang sangat ketat sebelum menembus seleksi nasional. Persiapan menuju kompetisi nasional ini telah dilakukan dengan sangat intensif. Dosen pembimbing tim, Aldo Setiawan SSi, MSc(Eng)  menjelaskan secara rinci inovasi yang sedang dikembangkan kedua tim.

Menurutnya Tim TD tengah fokus menyempurnakan teknologi canggih Tail-sitter Fixed Wing VTOL dengan flight controller dan sistem kontrol yang sepenuhnya dikembangkan secara mandiri. “Teknologi ini memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertical seperti drone, tak membutuhkan landasan pacu panjang, kemudian bermanuver seperti pesawat fixed-wing konvensional, memberikan keunggulan efisiensi dan maneuverability yang signifikan,” jelasnya.

Menurut Aldo, keberhasilan Tim TD lolos babak nasional dalam KRTI 2025 baru pertama kali. “Ini prestasi luar biasa bagi kami dan menjadi penyemangat kami untuk terus memacu diri,” katanya.

Foto bersama dengan Tim Racing Plane (RP).

Sedangkan Tim Racing Plane, lanjut Aldo, berkonsentrasi memaksimalkan catatan waktu terbang melalui optimasi aerodinamika dan peningkatan efisiensi sistem propulsi, yang menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan di divisi racing. “Ini kayak racing, cepat-cepatan terbang,” katanya mengibaratkan.

Dipimpin oleh Muhammad Alvarezi Usamah Akrim untuk Tim Racing Plane dan Alexander Abdullah untuk Tim TD, semangat kolaborasi dan inovasi terus digelorakan di antara seluruh anggota yang tergabung dalam Komunitas Robotika (Kombo) FTMM. “Kami terus berusaha memberikan yang terbaik bagi universitas dan membuktikan bahwa mahasiswa Unair mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang teknologi penerbangan,” ujar Alvarezi.

Alexander menambahkan bahwa timnya berkomitmen menampilkan inovasi terbaik dalam kompetisi nanti. Perjalanan panjang melalui berbagai tahapan evaluasi – mulai dari pengumpulan proposal, presentasi perkembangan riset, wawancara daring, hingga uji terbang wahana – telah mengasah kemampuan teknis dan kesiapan mental tim untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional, dengan harapan dapat mengharumkan nama Unair di kancah perguruan tinggi se-Indonesia.

Disinggung aplikasi lapangan robot, Alexander mengatakan sangat luas. Bisa digunakan untuk operasi maritim, sebagai alat pengintai, untuk misi kamikaze, untuk pemetaan bencana dan masih banyak lagi.

Untuk persiapan menuju babak nasional, menurut Alexander akan terus memaksimalkan SDM yang ada. Selain itu terus melakukan tes dan tes sembari mengevaluasi hasil. “Targetnya menang,” katanya.nti

Pos terkait