Satgas MBG Pastikan Setiap Rupiah Anggaran Berdaya Guna untuk Warga Lumajang

Satgas MBG adalah langkah strategis menjamin kualitas dan keamanan pangan, sekaligus mendukung petani serta pelaku UMKM lokal

LUMAJANG (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman, sehat, dan berdampak luas bagi masyarakat. Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Pemkab membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG, langkah strategis untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, sekaligus mendukung petani serta pelaku UMKM lokal.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyampaikan pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (13/10/2025), bahwa Satgas MBG dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/301/KEP/427.12/2025.

Bacaan Lainnya

“Satgas ini hadir untuk memastikan seluruh tahapan program MBG berjalan aman, higienis, dan sesuai standar nasional. Kami ingin mencegah kasus keracunan pangan seperti yang terjadi di daerah lain,” kata Bunda Indah.

Satgas MBG terdiri atas unsur Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN). Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelatihan penjamah makanan, pemeriksaan kualitas air dan bahan pangan di laboratorium daerah, hingga penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur penyelenggara MBG.

Langkah ini menunjukkan, Pemkab Lumajang tidak hanya menjalankan program prioritas nasional, tetapi juga menekankan standar kualitas, keamanan, dan profesionalisme dalam pelayanan publik.

“Keamanan pangan adalah fondasi utama agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak, pelajar, dan warga yang membutuhkan,” tambah Bunda Indah.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menekankan bahwa program MBG juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. Pemkab mendorong pemanfaatan bahan pangan hasil produksi petani dan UMKM Lumajang, sehingga manfaat program tidak hanya pada penerima, tetapi juga pada pelaku ekonomi daerah.

“Selain menjaga kualitas makanan, program ini menggerakkan ekonomi lokal melalui penggunaan bahan pangan hasil produksi masyarakat. Ini adalah contoh nyata pembangunan yang inklusif seperti, kesehatan masyarakat sejalan dengan pemberdayaan ekonomi lokal,” kata Wabup Yudha.

Dengan pembentukan Satgas MBG, Pemkab Lumajang optimistis bahwa program prioritas nasional ini dapat berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan sinergi antara kesejahteraan warga dan pemberdayaan ekonomi lokal. uja

Pos terkait