Ratusan Off-Roader Ramaikan Grebeg Suro Adventure VII, Tawarkan Sensasi Berkemah di Hutan

Gelaran Grebeg Suro Adventure Off-road tahun ini bersamaan momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80

PONOROGO (wartadigital.id) – Grebeg Suro Adventure Off-road (GSAO) VII menjanjikan petualangan komplet. Selama hampir sepekan, para off-roader menjajal medan ekstrem sembari berkemah di hutan (flying camp).

Didik Didot, Ketua Panitia GSAO VII, mengklaim sebanyak 200 off-roader ambil bagian dalam evennya yang berlangsung 25–28 Juni 2026. Peserta tidak hanya berasal dari Ponorogo, namun juga datang dari Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Madiun, Ngawi, hingga Kalimantan.

Bacaan Lainnya

“GSAO sudah tergelar kali ketujuh dan tidak pernah sepi peminat. Medan yang menantang serta sensasi petualangan di hutan membuat para off-roader selalu menunggu-nunggu even di Ponorogo ini setiap tahun,” kata Didot lalu menyebut gelaran GSAO tahun ini bersamaan momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Bersamaan sesi scrutineering (pemeriksaan teknis kendaraan) berikut kelengkapan piranti flying camp, Kamis (25/6/2026), deru mesin mobil penggerak empat roda memecah lokasi. Bendera start akhirnya diangkat oleh Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno dari kawasan Stadion Batoro Katong sebelum iring-iringan sekitar 200 jip itu menembus area hutan di Pulung dan Sooko.

Bendera start akhirnya diangkat oleh Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno dari kawasan Stadion Batoro Katong sebelum iring-iringan sekitar 200 jip

“Even otomotif yang mampu mengenalkan potensi alam serta budaya Ponorogo,” kata Kang Wi–sapaan Dwi Agus Prayitno.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Indonesia Offroad Federation (IOF) Irjen Pol (Purn) Sam Budigusdian mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan GSAO yang sudah memasuki tahun ketujuh.

Dia menilai even tahunan ini bukan sekadar ajang menguji kemampuan dan keterampilan mengemudi di medan ekstrem. “Tetapi juga memperkuat solidaritas antarkomunitas off-road di Indonesia,” ujarnya.

Dia sepakat bahwa olahraga otomotif dapat menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, mengenalkan potensi daerah, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat melalui bakti sosial.

“Ponorogo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu tuan rumah kegiatan otomotif nasional yang mampu memadukan tantangan, kebudayaan, dan nilai kebersamaan.” ono

Pos terkait